Entertainment / Gosip
Rabu, 01 Januari 2025 | 22:20 WIB
Baskara Putra alias Hindia (Instagram/@wordfangs)

Suara.com - Musisi Baskara Putra mengkritik saran Presiden Prabowo Subianto tentang penambahan kelapa sawit. Saran itu disampaikan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, pada Senin (30/12/2024).

Prabowo menyarankan untuk menambahkan penanaman kelapa sawit tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan ke depan, seperti deforestasi.

Presiden Prabowo Subianto menyapa warga dari atas mobilnya saat car free night di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (31/12/2024). [ANTARA FOTO/Fauzan/foc]

Pernyataan mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu menimbulkan banyak kontra di kalangan masyarakat, terutama pecinta lingkungan.

Pasalnya, deforestasi dapat menyebabkan banjir, kekeringan hingga tanah longsor akibat penggundulan hutan secara besar-besaran.

Melalui cuitan di X pada Rabu (1/1/2025), Baskara membalas unggahan sebuah berita dengan judul "Prabowo Ingin Indonesia Tambah Lahan Sawit: Enggak Usah Takut Deforestasi".

Caption unggahan berita itu mengutip pernyataan Prabowo, yang juga tertera di dalam artikel berita tersebut.

"Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia perlu menambah penanaman kelapa sawit tanpa takut dinilai membahayakan dan menyebabkan deforestasi," perintah Prabowo.

Terkait dengan pernyataan tersebut, Baskara, atau yang akrab disapa Hindia itu bertanya-tanya bagaimana para pendukung Prabowo akan 'menceboki'.

Sebab, menurutnya, pernyataan sang Presiden sangat ngawur.

Baca Juga: 10 Tahun Bersahabat, Fico Fachriza Ungkit Aib Masa Lalu Uan Juicy Luicy

"Tebak-tebakan, kira-kira dicebokin seperti apa statement 100 persen ngawur ini oleh buzzer TikTok?" sindirnya.

'Menceboki' maksudnya adalah tetap memberi dukungan atau membela pemerintah meskipun yang dilakukan atau diucapkannya kontroversial.

Kolom komentar cuitan Baskara pun penuh dengan contoh-contoh jawaban para pendukung Prabowo.

"Kan pohon gunanya untuk menyerap air, makanya butuh banyak. apalagi kemarin teriak penggundulan hutan, nih sekarang pemerintah ikut melestarikan dengan menanam pohon," ujar buzzer yang hidupnya di pant*t.

"Mereka gabakal tau istilah-istilah kaya deforestasi dll, selagi itu judulnya pohon ya menurut mreka bagus buat penghijauan. Ga mau underestimate, tapi kenyataan perilaku grassroot di tiktok emang gitu," imbuh warganet yang lain.

"Udah banyak tersebar di Iagi, bela mati-matian sawit, yang saya takutkan di Papua Selatan yang jutaan hektar untuk padi & tebu, takutnya jadi sawit, soalnya disana itu sawit sdah gila-gilan juga," ujar warganet lainnya.

Load More