Suara.com - Perempuan bernama Dwi Citra Weni mendadak menjadi sorotan publik. Perempuan berhijab yang viral belakangan ini dipandang arogan dan menghina para honorer yang menggunakan layanan BPJS.
Akibat dari arogansi tersebut, kritikan tak hanya dilayangkan untuk sang karyawati. PT Timah, tempat Dwi Citra bekerja harus kena imbas.
Beberapa warganet menandai akun media sosial milik PT Timah. Hingga nama Erick Thohir selaku Menteri BUMN diperlakukan dengan cara yang sama.
Sisi lain, jejak digital dari Dwi Citra Weni bertebaran baik di platform X maupun TikTok. Terpantau oleh Suara.com pada Selasa (4/2/2025), jejak digital tersebut membuat kondisi mental Dwi Citra Weni sekaligus kualitas dari PT Timah dipertanyakan.
"POV kalau sendiri di kantor," tulis Dwi Citra Weni dalam video lawasnya yang kini viral.
Bukannya fokus bekerja, Dwi Citra Weni tampak bersenang-senang. Bukan dilarang, publik berharap sang karyawati BUMN tersebut lebih menunjukkan profesionalisme.
Saat sendiri di kantor, Dwi Citra justru menari-nari dengan baju tertutup serta hijab yang dikenakan. Tindakannya ini membuat publik semakin miris.
"Apakah mungkin stres bekerja?" tanya seorang warganet.
"Emang rada-rada," tambah yang lain.
Baca Juga: Nasib Karyawan PT Timah yang Cemooh Pegawai Honorer Antre Layanan BPJS
"Pantesan prioritas (kesehatan), soalnya beliau sangat membutuhkan penanganan secara cepat," warganet lain turut menyindir kondisi kesehatan mental dari Dwi Citra.
Sementara itu, proses penerimaan karyawati di PT Timah juga disinggung usai video lawas Dwi Citra viral di TikTok.
"Proses rekrutmennya kayak gimana sih? Yang kayak gini kok bisa lolos," kata salah satu warganet.
"PT Timah ngerekut karyawan apa gak pakai tes psikotes?" warganet lain menimpali.
Selain warganet, figur publik seterkenal Rieke Diah Pitaloka juga sempat menanggapi kasus karyawati PT Timah ini. Alih-alih menyerang Dwi Citra, Rieke lebih berfokus pada dugaan korupsi timah yang merajalela.
"Kelakuan seseorang berseragam perusahaan negara yang urusin timah, bikin inget #BongkarKorupsiTimah," tulis Rieke di Instagram baru-baru ini.
"Kabarnya masih ada Surat Perintah Penyidikan alias SPRINDIK lain di kasus korupsi timah," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Laporan Keuangan PT Timah 2021-2024, Ada Skandal Korupsi Rp300 T
-
Singgung Korupsi usai Karyawan PT Timah Viral, Masa Lalu Rieke Diah Pitaloka Diungkit Publik
-
Viral Pegawai PT Timah Hina Honorer, Berapa Gajinya di BUMN?
-
CEK FAKTA: Lowongan Kerja BPJS Kesehatan dengan Gaji Rp7-25 Juta
-
Jabatan Oknum Karyawati PT Timah yang Hina Honorer, Kini Koar-koar Tak Takut Dipecat?
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital