Suara.com - Band Sukatani tengah viral dan menjadi buah bibir berkat lagunya berjudul "Bayar Bayar Bayar". Lagu tersebut dianggap menghina korps Polri hingga institusi berseragam cokelat itu diduga meminta Sukatani untuk mencabut lagunya dari platform digital dan meminta maaf di media sosial.
Jika menarik waktu beberapa tahun ke belakang, Band Sukatani bukan satu-satunya musisi yang berani mengkritik pemerintah dan penguasa.
Melalui lagu-lagu yang berisi kritikan terhadap dunia politik dan ketimpangan sosial di Tanah Air, para musisi tersebut bahkan sempat berurusan dengan pihak berwajib.
Berikut adalah deretan musisi yang mengkritik pemerintah lewat lagu-lagunya. Siapa saja?
1. Iwan Fals
Musisi legendaris Iwan Fals merupakan salah satu nama musisi yang paling vokal dalam mengkritisi pemerintah lewat karya-karyanya.
Pemilik nama Virgiawan Listanto itu terkenal berkat lagu-lagunya yang berisi kritikan keras terhadap pemerintah.
Salah satu lagu Iwan Fals yang berjudul "Bento", adalah karyanya yang berisi sindiran kepada kaum borjuis yang menghalalkan segala cara demi memperkaya diri sendiri.
Lagu "Bongkar" juga lagu bermakna satir yang ditujukan kepada pemerintah soal penindasan dan ketidakadilan terhadap rakyatnya.
Ada juga lagu "Manusia Setengah Dewa" yang berisi kritik dan harapan kepada Presiden dan Penguasa agar bersikap baik kepada rakyat.
Baca Juga: Lirik Lagu Sukatani Bayar Bayar Bayar yang Viral, Kini Lenyap dari Berbagai Platform Streaming!
2. Bimbo
Siapa sangka di balik lirik-lirik lagunya yang berisi pesan bijak, grup musik Bimbo ternyata pernah membuat sebuah karya berisi kritikan tajam ke pemerintah.
Lagu berjudul "Tante Sun" adalah salah satu karya Bimbo yang sempat mengundang kontroversi hingga dilarang beredar.
Lirik lagu Tante Sun berisi sindiran kepada istri pejabat dengan gaya hidup glamor dan penuh kesenangan.
3. Slank
Slank merupakan grup musik hampir di setiap albumnya memiliki lagu-lagu yang berisi kritikan kepada pemerintah dan penguasa. Band yang kini beranggotakan Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee, dan Ivan K ini dikenal sebagai band yang cukup vokal.
Simak saja lagu "Hey Bung" yang berisi kritikan terhadap orang-orang berkuasa untuk lebih peka terhadap masalah yang dihadapi masyarakat. Ada juga lagu "Birokrasi Komplex", yang sesuai judulnya memberikan kritikan terhadap birokrasi yang ribet di Tanah Air.
Sementara lagu "Naik-Naik ke Puncak Gunung" sebuah lagu sindiran kepada pemerintah yang saat itu seenak hati menaikkan harga BBM, sementara rakyat menjerit karena kesulitan ekonomi.
Berita Terkait
-
Lirik Lagu Sukatani Bayar Bayar Bayar yang Viral, Kini Lenyap dari Berbagai Platform Streaming!
-
Beda Nasib dari Pandji Pragiwaksono, Komika Ini Malah Kena Kritik saat Bersimpati ke Sukatani
-
Soroti Polemik Sukatani, Pandji Pragiwaksono Beri Reaksi Tak Terduga: Gue Tahu Betul...
-
Isu Diincar Aparat, Vokalis Sukatani Kabarnya Dipecat dari Pekerjaannya Sebagai Guru
-
Band Sukatani Disebut Dicegat Aparat di Banyuwangi, Isu Intimidasi Mencuat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim