Suara.com - Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) menggelar forum diskusi untuk membahas kisruh royalti di industri musik Tanah Air di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan Kementerian Hukum dan Kementerian Kebudayaan RI itu, AKSI lewat Piyu selaku Ketua Umum menyampaikan gagasan mereka tentang penerapan pembayaran lisensi langsung atau direct license ke pencipta lagu.
"Sekarang, kami masih fokus untuk anggota AKSI. Tapi, nanti akan lebih luas lagi supaya semua pencipta lagu bisa bergabung dengan AKSI dan bisa masuk ke ekosistem ini," ujar Piyu.
Dengan sistem direct license, penyanyi maupun perangkat penyelenggara konser harus meminta izin langsung ke pencipta lagu. Akan ada platform khusus untuk mengurus perizinan itu.
"Jadi, dari management artist dan penyanyinya akan memberikan notifikasi ke pencipta lagunya bahwa di tanggal segini akan ada acara, dan di mana tempatnya. Dari penyelenggara juga," terang Piyu.
Piyu bersama AKSI juga menuntut kenaikan jatah royalti untuk pencipta lagu. Dari yang sebelumnya cuma mendapat 2 persen dari total penjualan tiket konser sang penyanyi, para pencipta lagu dalam AKSI menghendaki jatah royalti diambil 10 persen dari honor artis.
"Untuk besaran royaltinya, akan diambil 10 persen dari honor artis," kata Piyu.
Jatah 10 persen yang diminta bukan untuk satu pencipta lagu saja. Melainkan dibagi rata ke seluruh pencipta lagu, yang karyanya dinyanyikan sang penyanyi saat konser.
"Jadi, sistemnya pro rata. Misalnya penyanyi A ini lagunya ada 10 dan ada 10 pencipta, ya dibagi 10," jelas Piyu.
Baca Juga: Dikira Melawan Agnez Mo Soal Royalti, Ahmad Dhani Beri Pesan Makjleb: Otak Udang
Aturan sebelumnya tentang jatah royalti untuk pencipta lagu dianggap tidak memenuhi keadilan bagi sang pemilik ide kreatif.
"Itu tidak masuk akal. Misal ada sebuah konser, katakan lah konser Agnes Monica, show tunggal. Ternyata, tiket konsernya cuma laku seratus. Bagaimana nasib para pencipta lagu? Sementara Agnes Monica tetep dibayar lunas," papar Ahmad Dhani selaku Ketua Dewan Pembina AKSI.
Urusan perizinan lagu dan pembayaran royalti juga harus diselesaikan sebelum konser terselenggara. Para pencipta lagu yang tergabung dalam AKSI tak mau lagi mendengar cerita soal rekan mereka yang tidak terpenuhi haknya.
"Ketika semua sudah sepakat, lisensi akan diberikan. Bisa juga lisensinya diberikan dulu, baru dimintakan membayar. Jadi sebelum event terselenggara, lisensi sudah terbayarkan," ucap Piyu.
"Setelah selesai acara, tidak akan ada lagi kemungkinan EO-nya gagal bayar atau lupa untuk mengurus ke LMK. Penyanyi mendapatkan haknya, pencipta lagu juga mendapat haknya," imbuh sang gitaris.
Gagasan AKSI masih menuai respons beragam dari beberapa penyanyi dan perangkat penyelenggara konser yang ikut forum diskusi hari ini. Pembahasan lebih lanjut akan diselenggarakan lagi di forum berikutnya, yang diharapkan bisa melibatkan lebih banyak pegiat industri musik Tanah Air.
Berita Terkait
-
Review Anime Great Pretender, Permainan Tipu Daya Para Penipu Ulung
-
Sederet Lagu Ciptaan Erwin Prasetya: Tak Cuma buat Dewa 19, Ahmad Dhani Pastikan Selalu Bayar Royalti
-
Berapa Gaji Staf Ahli DPR RI? Pekerjaan yang Ditawarkan Ahmad Dhani ke Vokalis Sukatani
-
Review Anime Tokyo Ravens, Bangkitnya Sihir Kuno di Jaman Modern
-
Dea OnlyFans Diancam Sopir Taksol saat Mau Ikut Aksi Kamisan di Depan Istana, Siskaeee Murka: Kudu Dikasih Paham!
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pengacara Bela Sarwendah dari Tudingan Pesugihan di Gunung Kawi: Dia Kerja Keras Pagi Sampai Malam
-
Sarwendah Bantah Tuduhan Pesugihan di Gunung Kawi untuk Guna-Guna Ruben Onsu
-
Viral Curhatan eks Tim Kreatif Ini Talkshow Dilempar Skrip ke Muka, Ciri-Ciri Pelaku Jelas Banget
-
Dicekik hingga Posel Disita, LPSK Ungkap Kondisi Trauma Mendalam Mantan ART Erin Taulany
-
LPSK Minta Laporan Balik Erin Taulany terhadap eks ART Dihentikan
-
Tio Pakusadewo Dilarikan ke Rumah Sakit, Sahabat Beberkan Kondisi Terkini
-
Sinopsis The Invisible Man: Ancaman Kasat Mata Jadi Nyata, Lagi Tayang di Netflix
-
Sinopsis Premium Rush: Aksi Kurir Sepeda Hindari Polisi Korup, Tayang di Bioskop Trans TV
-
Ramai Seruan Boikot Naykilla, Buntut Terang-terangan Dukung LGBT
-
Sunan Kalijaga Minta Rieke Diah Pitaloka dan DPR RI Bersikap Adil soal Kasus Erin Taulany dan ART