Suara.com - Kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap toko kue Clairmont Patisserie yang menyeret food vlogger William Anderson atau Codeblu turut dibumbui isu pemerasan.
Pada 26 Februari, muncul narasi Codeblu meminta uang kisaran Rp350 juta hingga Rp600 juta ke Clairmont Patisserie sebagai syarat untuk menghapus ulasan negatif soal menyebar produk basi.
Isu yang viral di media sosial itu dianggap sebagai bentuk pemerasan dan penyalahgunaan pengaruh Codeblu sebagai reviewer makanan.
Cerita dugaan pemerasan ke Clairmont Patisserie sampai membuat Codeblu diboikot beberapa pemilik restoran, yang takut jadi korban berikutnya.
Kini, isu pemerasan oleh Codeblu direspons kuasa hukum Clairmont Patisserie, Erdia Christina. Fokus laporan mereka saat ini cuma ke masalah pencemaran nama baik.
"Memang sempat dibahas, soal pemerasan dan lain-lain. Tapi dari kami, tidak pernah ada laporan pemerasan," papar Erdia Christina di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (18/3/2025).
Fokus pihak Clairmont Patisserie cuma meminta pertanggungjawaban Codeblu atas kerugian Rp5 miliar akibat ulasan negatifnya tempo hari.
"Ya itu real kerugian yang klien kami alami. Kami mempertanyakan, siapa yang mau bertanggung jawab kalau kontennya memang tidak benar," jelas kuasa hukum Clairmont Patisserie lainnya, Dedi Sutanto.
Namun, pihak Clairmont Patisserie tetap menaruh perhatian atas munculnya isu pemerasan dari Codeblu dalam kasus ini.
Baca Juga: Siapa Sosok di Balik Gastronusa? Akun yang Serukan Boikot Codeblu
Mereka mungkin akan mengambil langkah lanjutan kalau menemukan bukti baru terkait dugaan pemerasan yang dimaksud.
"Itu menjadi catatan penting, kalau di kemudian hari kami temukan fakta baru. Ya tidak menutup kemungkinan (ada laporan lagi)," terang Erdia Christina.
Masalah Codeblu dan Clairmont Patisserie bermula pada 15 November 2024, saat sang konten kreator mengunggah ulasan negatif terhadap sebuah toko kue yang mengirim produk berjamur ke panti asuhan, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Meski Codeblu tidak menyebut nama toko secara langsung, banyak yang mengaitkannya dengan Clairmont Patisserie dan membuat sang pemilik tersinggung.
Pada 17 November 2024, Clairmont Patisserie mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah tuduhan Codeblu, dengan menegaskan produk yang didistribusikan telah melewati proses kontrol kualitas dan aman untuk dikonsumsi.
Namun pada Januari 2025, Codeblu kembali membuat video untuk menegur Clairmont Patisserie setelah menerima laporan dari beberapa orang dengan tuduhan serupa.
Berita Terkait
-
Codeblu dan Clairmont Patisserie Akhirnya Bertemu! Damai?
-
Codeblu Minta Maaf, Toko Kue Clairmont Patisserie Tetap Minta Ganti Rugi Rp5 Miliar
-
Mengenal Sosok Codeblu, Food Vlogger Terjerat Kasus Dugaan Pemerasan hingga Diperiksa Polisi!
-
Pesan Keras Codeblu Buat Pengusaha Makanan yang Serukan Aksi Boikot
-
Codeblu Mengeluh Usai Diboikot Gara-Gara Isu Peras Toko Kue Lewat Konten Review
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara
-
IHSG Ditutup Runtuh Dengar Kabar Perry Warjiyo Mundur
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76 Persen, Perkuat Ekosistem Digital dan Merchant
-
BRI Percepat Transformasi Digital, Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS Tumbuh Pesat
-
Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor