Dalam alur ceritanya, Walid memanfaatkan pengaruh spiritual untuk merayu para perempuan di jemaahnya.
Mereka kemudian dieksploitasi melalui apa yang disebut pernikahan batin oleh sang pemimpin sekte sesat.
Dengan dalih bisa membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan, Walid berhasil memperdaya banyak perempuan demi memuaskan nafsu pribadinya.
Karakter yang diperankan oleh aktor Faizal Hussein ini dinilai menggambarkan penyalahgunaan kekuasaan berbasis spiritual atau intelektual.
Bagi banyak netizen Indonesia, kesamaan antara sosok Walid dan Prof. Edy terlalu mencolok untuk diabaikan.
Sementara Walid melakukan aksinya dengan tameng agama, Edy Meiyanto menggunakan pendidikan sebagai kedok.
Tak heran jika netizen langsung teringat pada sosok Walid begitu mengetahui tentang kasus asusila yang terjadi di lingkup perguruan tinggi ini.
Dalam konteks kasus di UGM, Prof. Edy diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswa bimbingannya sejak 2023 hingga pertengahan 2024.
Investigasi yang dilakukan Satgas PPKS UGM mengungkap bahwa modus yang digunakan adalah pendekatan lewat kegiatan akademik.
Baca Juga: Drama Bidaah Viral, Ingat Lagi Kontroversi Sekte Terlarang di Malaysia
Pendekatan yang dimaksud melalui bimbingan skripsi, tesis, hingga disertasi, yang sering dilakukan di luar kampus.
Selain itu, posisinya sebagai Ketua Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) juga turut dimanfaatkan untuk mendekati para korban.
Kasus ini menjadi momentum bagi institusi pendidikan, terutama kampus-kampus besar seperti UGM untuk berbenah.
Publik berharap mereka bisa memperbaiki sistem pengawasan internal dan menciptakan ruang yang lebih aman bagi mahasiswa.
Tak cukup dengan sanksi administratif, masyarakat juga menuntut adanya proses hukum yang transparan dan adil.
Sebagaimana Walid dalam serial "Bidaah," diharapkan adalahnya tindakan nyata akan terus dilakukan untuk menyingkap semua Walid di kehidupan sehari-hari.
Walid-walid ini menyamar sebagai pendidik, pemimpin, atau pembimbing, tapi sejatinya adalah predator berkedok kekuasaan.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Tag
Berita Terkait
-
Potret Lawas Faizal Hussein Pemeran Walid di Serial Bidaah, Publik Pangling dan Puji Ketampanannya
-
Cabuli Mahasiswi, Legislator PKB Geram Aksi Predator Seks Guru Besar UGM: Jangan Dikasih Ampun!
-
Viral di Medsos, Serial Bidaah Diklaim Raup 2,5 Miliar Views dalam Sebulan
-
Kontroversi Walid di Serial Bidaah, Sosok Pemimpin Sesat Berkedok Agama
-
Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi