Suara.com - Kepergian Titiek Puspa ikut disambut duka oleh Seto Mulyadi atau Kak Seto, yang datang langsung ke Rumah Sakit (RS) Medistra, Jakarta, Kamis malam (10/4/2025).
Setibanya di lokasi, Seto Mulyadi sempat bersimpuh di hadapan awak media saat memberikan keterangan tentang duka mendalam atas kepergian Titiek Puspa.
"Saya sangat terpukul," ungkap Seto Mulyadi.
Seto Mulyadi bahkan jadi salah satu orang yang tidak langsung menerima kenyataan bahwa Titiek Puspa benar-benar sudah tiada.
"Tadi saya pertama mendengar kabar itu agak bantahan ya, nggak, nggak. Kan ternyata emang hoaks ya, alhamdulillah," kisah Seto Mulyadi.
"Sore tadi, tiba-tiba betul ternyata. Kami cari informasi, ya sudah, kami ke Gatot Soebroto dari Carolus," lanjutnya.
Masih lekat dalam ingatan Seto Mulyadi, bagaimana Titiek Puspa menyemangatinya jelang operasi katarak. Momen itu terjadi dua pekan sebelum Titiek dilarikan ke rumah sakit.
"Pada saat saya operasi katarak mata kiri, beliau lagi kontrol. Beliau sempat memeluk saya," kenang Seto Mulyadi.
Seto Mulyadi juga sering mendapat wejangan dari Titiek Puspa untuk tetap semangat berkarya di usianya sekarang.
Baca Juga: Titiek Puspa Berpulang, Anak Sampaikan Pesan Haru: Mohon Dibukakan Pintu Maaf
"Kalau ketemu, selalu memberi saya semangat untuk terus berkarya. Walaupun udah lanjut usia, tetap berkarya itu salah satu saran dari beliau, yang saya pegang dari beliau," papar Seto Mulyadi.
Seto Mulyadi benar-benar mengosongkan waktunya untuk mendampingi jenazah Titiek Puspa sampai masuk ambulans dan dibawa ke rumah duka.
Esok hari, Seto Mulyadi tidak bisa mengantar Titiek Puspa ke tempat peristirahatan terakhirnya karena harus memenuhi undangan kegiatan di luar Jakarta.
"Besok saya harus datang ke Makassar, jadi saya menyesal nggak bisa antar ke pemakaman," ucap Seto Mulyadi.
Sebagai informasi, Titiek Puspa sempat pingsan di tengah kegiatan syuting di kantor Trans TV sebelum dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan mengalami pendarahan otak pada 26 Maret lalu.
"Lagi jalan aja. Kayaknya capek, terus tiba-tiba pingsan," papar sang manajer, Mia di hari itu.
Berita Terkait
-
Agama Titiek Puspa: Dulu, Sekarang, dan Perjalanan Spiritualnya
-
Agama Titiek Puspa Dulu dan Sekarang, Penyanyi Legendaris yang Kini Telah Tiada
-
Suami Titiek Puspa Berapa Orang? Musisi Senior Indonesia yang Wafat Usia 87 Tahun!
-
Titiek Puspa: Kepergian Sang Legenda, Warisan Cinta dalam Nada
-
Fadli Zon Kenang Obrolan Terakhir dengan Titiek Puspa: Dalam Usia 87 Tahun...
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas