Liriknya pun sederhana namun menggugah. Berikut penggalan lirik yang banyak dijadikan kutipan oleh warganet:
Jika tidak hari ini, mungkin minggu depan
Jika tidak minggu ini, mungkin bulan depan
Jika tidak bulan ini, mungkin tahun depan
Segala harapan kan datang yang kita impikan…
Kalimat tersebut mencerminkan semangat untuk tidak putus asa dan terus berusaha, apa pun yang terjadi.
Banyak pengguna media sosial yang menggabungkan lagu ini dengan video tentang perjuangan mereka seperti bekerja jauh dari keluarga, kuliah sambil bekerja, atau bahkan kisah cinta jarak jauh.
Masitong, vokalis sekaligus music director dari Batas Senja, adalah sosok di balik lirik menyentuh tersebut.
Ia menulis lagu ini berdasarkan banyak cerita nyata yang ia dengar dari orang-orang di sekitarnya, juga dari pengalaman pribadi.
Band Batas Senja sendiri merupakan band indie yang namanya mulai dikenal lewat lagu mereka sebelumnya, Nanti Kita Seperti Ini.
Lagu tersebut juga sempat viral dan digunakan luas di media sosial, menjadikan nama mereka dikenal lebih luas di skena musik indie Indonesia.
Selain Masitong, Batas Senja beranggotakan Erica (keyboard & vokal latar), Pebiantama (bass), dan Andre Ardian (gitar).
Baca Juga: Chaska 'Patras' Siap Bawa Musik Indie ke Mancanegara
Mereka memulai karier dari Lampung dan dikenal sebagai band yang mengusung tema-tema kehidupan dan perjuangan dalam karya-karyanya.
Dengan kesuksesan Kita Usahakan Lagi, Batas Senja membuktikan bahwa musik indie pun bisa memiliki dampak besar dan menyentuh hati banyak orang.
Lagu ini bukan hanya sekadar hits musiman, tapi juga menjadi pengingat bahwa dalam hidup, yang terpenting adalah untuk tidak berhenti berusaha dan percaya pada waktu.
Berikut lirik lagu ' Kita Usahakan Lagi'
Ada bahagia yang belum kita rasa
Setelah bersama usahakan semua
Kira-kira kapan waktunya tiba?
Segala upaya apapun kita coba
Dan tak pernah lelah
Ku serahkan padaNya
Sang pencipta, dengarlah doa kita berdua
Berita Terkait
-
Twister x Interaksi Space: Nikmati "Twister Forest" dan Musik Indie Kekinian!
-
Muntahkan Maxi-single Solange, Bukti The Wellington Masih Ada Meski Tinggal Bertiga
-
Kutip Syair Kahlil Gibran, Band Good Morning Everyone Rilis Lagu Istimewa
-
Kejutan Bangkutaman Kelar Tur Jepang, Isi Soundtrack Video Skate
-
6 Fakta Grup Musik Soegi Bornean, Band Indie Semarang yang Lagunya Mulai Viral di Media Sosial
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kisah Ibu Guru Atun: Dibully Murid, Dikasih Dedi Mulyadi Rp25 Juta, Lalu Disedekahkan
-
Maia Estianty Ungkit Luka Lama di Siraman El Rumi, Dipisahkan di Usia Delapan Tahun
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Ketulusan Ayah Sambung Syifa Hadju, Gendong di Siraman Meski Tak Jadi Wali Nikah
-
Sinopsis Aftermath di Bioskop Trans TV: Arnold Schwarzenegger Buru Keadilan Tragedi Maut Pesawat
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Simple Plan Kembali ke Indonesia, Konser di Jakarta dan Surabaya Rayakan 25 Tahun Berkarya
-
Acara Siraman Syifa Hadju Berlangsung Khidmat, Kris Dayanti Puji Kecantikan Calon Pengantin
-
Sinopsis Fall, Kisah Terjebak di Ketinggian Ekstrem, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Kisah Irma dan Lima Anaknya: Hidup Terkatung-katung di Rimba Kalimantan, Cuma Makan Ubi Kayu