Suara.com - Film “Sorop” telah tayang perdana pada 19 Desember 2024 lalu di seluruh bioskop Indonesia.
Bagi para pencinta film yang belum sempat menonton film horor garapan Upi Avianto itu kini bisa langsung menyaksikannya melalui platform Netflix.
Sebelum menonton film horor produksi MD Pictures itu, berikut adalah sinopsis film “Sorop” yang bisa kamu simak.
Sinopsis
Film “Sorop” diangkat dari sebuah thread horor karya SimpleMan yang sempat viral di media sosial X.
Kepopuleran thread tersebut membuat publik penasaran dengan film yang dibintangi oleh Hana Malasan dan Yasamin Jasem itu.
Lalu apa sebenarnya “Sorop” itu? Sorop memiliki arti waktu maghrib atau maksudnya di sini adalah waktu di mana makhluk halus mulai bermunculan ke dunia manusia dan mulai mengganggu
Sementara itu, puasa sorop yang juga diceritakan dalam film ini merupakan sebuah ritual kuno yang dilakukan dengan cara memakan tanah kuburan.
Ritual puasa sorop itu bertujuan untuk memanggil arwah orang yang telah meninggal.
Dilansir dari laman MD entertainment, film “Sorop” mengisahkan tentang kakak beradik bernama Hanif dan Isti yang tiba-tiba diminta oleh bude mereka untuk pulang ke kampung halaman dan menemui pakde mereka.
Baca Juga: Review Film Thunderbolts*: Sisa-Sisa Harapan dari Semesta Marvel yang Letih
Alasan bude memanggil kedua keponakannya itu bukan tanpa sebab. Diketahui bahwa ternyata Pakde Khair tengah mengalami sakaratul maut dan terus memanggil nama Hanif dan Isti.
Mendengar permintaan bude tersebut, Hanif dan Isti akhirnya pergi ke kampung halaman mereka untuk menemui Pakde Khair.
Setelah sampai di kampung halamannya itu, Hanif dan Isti langsung menemui pakde-nya tersebut.
Tidak lama setelah pertemuan itu, Pakde Khair pun langsung meninggal. Namun, kematian Pakde Khair itu ternyata menjadi sebuah peristiwa aneh. Pasalnya, Pakde Khair bangkit lagi dari kematian.
Keanehan yang dilihat oleh Hanif dan Isti itu kemudian terjawab dari penjelasan bude mereka. Dari penjelasan itu akhirnya mereka mengetahui sebuah fakta mencengangkan.
Pakde Khair ternyata tidak bisa benar-benar meninggal, ia selalu bangun kembali layaknya mati suri.
Berita Terkait
-
Garuda di Dadaku: Dari Film Realistis ke Animasi Fantastis, Ini Bocoran Serunya!
-
Dari Santet hingga Setan Laut Selatan, 5 Film Horor Terbaru Tayang Mei 2025
-
Masih Terus Melejit, Jumbo Jadi Ancaman Agak Laen dan KKN di Desa Penari
-
Review Den of Thieves: Cerdas, Brutal, dan Nggak Cuma Film Tembak-Tembakan
-
Sinopsis Another Simple Favor, Misteri Baru pada Pernikahan Mantan Sahabat
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Rey Mbayang Pasang Badan Usai Filmnya dengan Dinda Hauw Disebut Sepi Penonton
-
Sikap Bijak Kenny Austin ke Amanda Manopo di Tengah Tuduhan 'Hamil Anak Haram'
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Pavane, Film Debut Moon Sang Min di Netflix
-
Permintaannya Ditolak, Ammar Zoni Tetap Dikembalikan ke Nusakambangan Usai Sidang Selesai
-
Tampil di Ultraverse Festival, Bernadya Gugup Nyanyikan Lagu Baru
-
Jennifer Coppen Kecewa Eks Mertua Bahas Kamari Panggil Justin Hubner 'Papa' di TikTok
-
Irfan Hakim Pegang Kartu AS Denada Soal Ressa, Ogah Bocorkan Demi Netralitas
-
Mimi Peri Tolak Oplas Biar Cantik, Takut Bohongi Tuhan
-
Mengenal 4 Karakter Baru Bridgerton Season 4, Kunci Konflik Cinta Benedict
-
Curhat Pilu Nurul Akmal Hanya Diangkat PPPK Paruh Waktu: Apakah Aku Tidak Pantas?