Entertainment / Gosip
Senin, 05 Mei 2025 | 16:12 WIB
Potret Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat (Dok. Pemerintah Provinsi Jawa Barat)

"Akang Dedi Mulyadi keren. Kami di Aceh, butuh orang kayak Bapak, Pak. Mari ke Aceh," pinta perempuan di dalam video.

"Mohon, Bapak Kapolri, ditangkap (Dedi Mulyadi) (dan) bawa ke Aceh)," sambungnya.

Video mengenai perempuan meminta polisi menangkap Dedi Mulyadi ini mulanya berasal dari Instagram.

Video tersebut kemudian menyita perhatian dan viral di platform media sosial lainnya, seperti TikTok.

Banyak yang tergocek dengan permintaan mengejutkan dari perempuan di dalam video, yang melibatkan kepolisian.

Namun ternyata, di balik permintaan tersebut, ada apresiasi besar yang diarahkan kepada Dedi Mulyadi.

Apresiasi yang disampaikan dalam bentuk yang unik ini terasa segar dan humoris di tengah ramainya drama antara Dedi Mulyadi dan Aura Cinta.

Sebelumnya, video sang gubernur beradu argumen mengenai acara perpisahan di sekolah dengan Aura Cinta lebih dulu viral.

Saat itu, Aura tidak setuju bila Dedi Mulyadi serta merta meniadakan acara perpisahan, yang dianggap sebagai ajang berkumpul para siswa sebelum benar-benar berpisah.

Baca Juga: Digembleng Tentara, Dedi Mulyadi Sebut Para Siswa Sehat dan Bahagia: Mereka Bukan Anak Nakal Lagi

Perdebatan mereka menuai kontroversi. Ada yang berpihak pada Dedi, ataupun sebaliknya. 

Karier Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi adalah salah satu tokoh politik asal Jawa Barat yang dikenal karena gaya kepemimpinannya yang unik dan dekat dengan budaya lokal.

Lahir di Subang pada 11 April 1971, Dedi memulai karier politiknya dari level paling bawah, lalu menapaki tangga kekuasaan dengan rekam jejak yang cukup panjang dan penuh warna.

Dedi Mulyadi mulai meniti karier politiknya di tingkat legislatif. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta pada 1999 dari Partai Golkar.

Dalam waktu yang relatif singkat, ia dikenal sebagai sosok muda yang vokal dan progresif, sehingga tak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar dari masyarakat dan partainya.

Load More