Suara.com - Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI), yang dikenal pula dengan nama Indonesian Children Youth Choir - Cordana (ICYC Cordana), baru saja menggelar konser.
Bertajuk Legacy: Symphony of Dreams, an Everlasting Serenade, acara tersebut berlangsung pada 10 Mei 2025 di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan.
Konser berdurasi dua jam ini berhasil menghipnotis ratusan penonton dengan performa memukau dari para penyanyi muda berbakat lintas generasi.
Mengusung konsep yang merayakan keberagaman musik, konser ini menyuguhkan repertoar dari berbagai aliran: mulai dari folklore khas ICYC Cordana, musik kontemporer, hingga karya klasik dunia paduan suara.
Setiap penampilan disajikan dengan penuh semangat dan emosi, meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin.
Konser dimulai dengan lagu 'Ave Maria' yang dibuka sangat apik oleh paduan ICYC Cordana. Berlanjut ke 'Herr, Nun Lassest' dan beberapa lagu lainnya.
Lagu asal Indonesia juga tak kalah ambil peran. Seperti lagu daerah asal Riau, Soleram.
Single dari mendiang Glenn Fredly serta lagu Ari Lasso, 'Mengejar Matahari' menjadi penutup konser yang mengagumkan.
Sebagai informasi, konser Legacy: Symphony of Dreams, an Everlasting Serenade merupakan kelanjutan dari konser perdana ICYC Cordana pasca-pandemi, yang digelar pada 2022.
Baca Juga: Cakra Khan dan Balawan Gebrak Java Jazz 2025: Tribut untuk The Beatles yang Spektakuler
Tujuannya adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok pendiri mereka, Ibu Aida Swenson Simanjuntak.
Momentum konser kali ini juga sengaja diambil berdekatan dengan Hari Pendidikan Nasional, sebagai refleksi terhadap dedikasi seumur hidup Ibu Aida dalam mendidik anak-anak Indonesia melalui musik.
Ia tidak mencari pengakuan pribadi, melainkan terdorong oleh hasrat tulus untuk mengajarkan seni suara kepada generasi muda. Konser ini sekaligus menjadi ruang berkumpulnya komunitas paduan suara Indonesia dalam merayakan kekayaan seni tanah air.
"Kami sangat senang dan bangga dapat kembali mempersembahkan konser kolaborasi dalam rangka mengenang Ibu Aida Swenson Simanjuntak selaku guru, ibu, panutan untuk paduan Suara Indonesia," kata Sonia Nadya Simanjuntak, Director ICYC Cordana.
Baginya, sosok Aida Swenson Simanjuntak adalah perempuan yang sangat bersemangat dalam paduan suara Indonesia. Bahkan bukan hanya kancah nasional, tapi juga sampai dilihat dunia.
"Konser ini juga merupakan wujud komitmen kami untuk terus mendukung karya anak bangsa serta selalu mengingat kekayaan budaya Indonesia melalui paduan suara agar terus berkembang dan tak terlupakan kedepannya," ujar Sonia Nadya Simanjuntak
Salah satu sorotan spesial dari konser ini adalah kehadiran konduktor ternama dunia, Mark Anthony Carpio dari Philippine Madrigal Singers. Mereka turut ambil bagian dalam pertunjukan.
Sosoknya dikenal memiliki semangat serupa dengan Direktur Musik ICYC Cordana, Sonia Nadya Simanjuntak, yakni sama-sama berjuang menjaga dan mengembangkan warisan musik paduan suara.
Selain Mark, ICYC Cordana juga berkolaborasi dengan sejumlah konduktor dan paduan suara kenamaan Indonesia, menjadikan konser ini sebagai perayaan harmonis dari berbagai gaya dan warna musik.
Tak hanya menonjol dari segi musikalitas, konser ini juga diperkaya oleh elemen tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Tarian seperti Rampai Aceh hingga Toki Tifa menjadi bagian integral dari pertunjukan, menambah keunikan dan identitas khas ICYC Cordana dalam membawakan lagu-lagu daerah.
Antusiasme penonton terlihat begitu tinggi sepanjang konser, membuktikan bahwa kolaborasi seni yang menyentuh akar budaya nusantara tetap relevan dan dicintai.
Harapannya, konser ini mampu menjadi pemantik semangat generasi muda untuk terus berkarya, mencintai budaya sendiri, serta aktif berkolaborasi dalam dunia musik, khususnya musik paduan suara dan tradisional Indonesia.
Berita Terkait
-
Cakra Khan dan Balawan Gebrak Java Jazz 2025: Tribut untuk The Beatles yang Spektakuler
-
Promotor DAY6 Rilis Permintaan Maaf dan Akan Refund Dana hingga Akhir Mei
-
Sudah Saatnya Promotor Konser Hargai Penggemar K-Pop sebagai Konsumen
-
Skip Jakarta, Doyoung NCT Umumkan Jadwal Terbaru Konser 'Doors' di Asia
-
Kisruh Konser Day6 Berbuntut Panjang, Kemenpar Turun Tangan, Promotor Dipanggil
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Stranger Things: The First Shadow Bakal Dibuat Versi Film
-
Knetz Sindir Fans Asia Tenggara Kecoa, SEAblings Balas Pakai Bukti Duet Feby Putri dan LOCO
-
Tak Takut Film Action Gagal, Nico Rosto Siapkan Ramuan Khusus untuk Film Jangan Seperti Bapak
-
Bangun Ekosistem Olahraga, Rezky Aditya dan Dimas Seto Resmikan Monarch Padel di 5 Lokasi
-
Sinopsis Love O'Clock, Kisah Romantis Pertukaran Jiwa Shin Hae Sun dan Na In Woo
-
Ini Alasan dr Tirta Terus Tekan Mohan Hazian Tanpa Ampun hingga Akhirnya Mengaku
-
Anak Bakar Ibu Kandung Karena Tak Diberi Rp39 Juta buat Bayar Utang
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Review Film Jangan Seperti Bapak: Drama Keluarga Berbalut Laga yang Sarat Pesan, Meski Ada Catatan
-
L.A Confidential: Skandal Korup di Balik Gemerlap Hollywood 1950-an, Malam Ini di Trans TV