Suara.com - Artis sekaligus penyanyi Denada ikut menyoroti kisruh hak cipta dan royalti lagu antara penyanyi dan pencipta lagu.
Perihal ini, dia punya pandangan yang cukup bijak.
"Nggak apa-apa, ini kan suatu proses. Proses belajar buat kita semua, termasuk aku," kata Denada di akun YouTube Intens Investigasi yang diunggah pada Minggu, 25 Mei 2025.
Menurut Denada, hal ini membuat dirinya berpikir lebih luas.
Mengingat dia baru tahu bahwa banyak pencipta lagu yang tidak mendapatkan haknya secara layak.
"Bertahun-tahun menjalani bisnis ini dengan cara yang kita pikir, cara itu yang bener, dan ternyata sekarang kita sama-sama belajar semuanya. Oh cara ini nggak tepat," terang Denada.
"Ternyata harusnya seperti ini, supaya semua terpenuhi haknya," sambungnya lagi.
Denada bahkan tidak masalah apabila undang-undangan mengenai hak cipta diubah agar lebih sesuai.
Bahkan, dia mengaku salut dengan orang-orang yang tak lelah memperjuangkan masalah ini.
Baca Juga: Yoni Dores Laporkan Lesti Kejora, Heran karena Penyanyi Lain Izin Dulu dan Bayar
"Nggak apa-apa. Kalau aku sebagai pelaku bisnis, aku mengikuti karena aku tahu di sana sudah ada temen-temen yang aku salut banget memperjuangkan hak ini," ucap Denada.
Bukan itu saja, ibu satu anak ini juga senang pemerintah ikut ambil bagian mengatasi masalah ini.
"Dan aku seneng banget dan apresiasi banget sama pemerintah yang sudah buka kuping dan mata soal ini dan mau memberikan support dan wadah untuk kita bikin undang-undang barunya atau regulasi biar lebih jelas," papar Denada.
Sebagai orang yang terjun di dunia tarik suara, dia bilang ini bagian dari proses pembelajaran untuk semua pihak.
"Nggak apa-apa, ini proses belajar yang kita jalani," jelas Denada.
"Jadi aku mensupport dan mendukung," sambungnya lagi.
Sayangnya ketika ditanya perihal Lesti Kejora yang dipolisikan Yoni Dores terkait pelanggaran hak cipta, Denada menolak berkomentar.
Dia beralasan tidak update pemberitaan tersebut.
"Aku nggak tahu permasalahannya, aku juga nggak update. Jadi aku nggak bisa banyak komentar soal itu," terang Denada.
Seperti diketahui, pencipta lagu Yoni Dores resmi mempolisikan pedangdut Lesti Kejora.
Laporan atas dugaan kasus pelanggaran hak cipta tersebut diterima Polda Metro Jaya pada 18 Mei 2025.
Laporan ini dilayangkan Yoni Dores lantaran dirinya merasa kesal melihat Lesti Kejora menyanyikan ulang lagu-lagunya dan mengunggahnya ke YouTube tanpa izin darinya.
Diketahui, lagu-lagu milik Yoni Dores yang diklaim telah dinyanyikan Lesti Kejora berkali-kali tanpa izin, yakni Ada Cinta Bukanlah Kapal, Bagai Ranting Yang Kering, Arjuna Buaya, Buaya Buntung, dan lain-lain.
Atas laporan polisi tersebut, sang biduan kini terancam hukuman pidana maksimal empat tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.
Sebelumnya, Agnez Mo juga dinyatakan kalah dalam gugatan pelanggaran hak cipta yang dilayangkan Ari Bias.
Agnez Mo dianggap bersalah setelah membawakan lagu ciptaan Ari Bias, Bilang Saja tanpa izin saat manggung di sejumlah kota.
Imbas kejadian ini, Agnez Mo harus membayar denda senilai Rp 1,5 miliar.
Hingga kini, kasus hak cipta dan royalti lagu memang masih menjadi sorotan. Bahkan Ahmad Dhani membentuk Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia atau AKSI untuk menyuarakan pemberiaan royalti kepada pencipta lagu secara langsung.
Ahmad Dhani cs meminta para penyanyi membayar royalti secara langsung kepada mereka yang menciptakan lagu yang dibawakan saat manggung.
Berita Terkait
-
Rizky Billar Kenang Dikatain Pengangguran, Padahal Dapat 'Easy Money'
-
Sebelum Lapor Polisi, Yoni Dores Berkali-kali Datangi Lesti Kejora Buat Somasi Masalah Lagu
-
6 Poin Kronologi Lesti Kejora Dilaporkan ke Polisi Oleh Yoni Dores, Abaikan Somasi
-
Ahmad Dhani Cs Dipersilakan Usul Sistem Penyaluran Royalti Baru, Tapi Diminta Jangan Bikin Gaduh
-
Judika Tanggapi Soal Yoni Dores Laporkan Lesti Kejora: Bikin Ekosistem Gak Bagus
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
Terkini
-
Ted Lasso Season 4 Segera Tayang, Simak Sinopsis dan Daftar Pemain Terbarunya
-
Guru Honorer Jadi Tersangka Gara-Gara Rangkap Jabatan, Melanie Subono: Terus Pejabat Itu Apa?
-
Raisa Umumkan Konser Spesial Juni 2026, Pra-Registrasi Tiket Sudah Dibuka
-
Definisi Sehidup Semaling, Pasangan Ini Tetap Mesra di Kantor Polisi
-
Totalitas Tanpa Batas: Rahasia di Balik Film Terbaru Suzzanna, Bikin Luna Maya Nyaris Tenggelam
-
Resmi Diproduksi, Film Filosofi Teras Tawarkan Solusi Hidup Rasional
-
Benarkah Nizam Dianiaya Demi Tutupi Dugaan Hubungan Terlarang Ibu Tiri dengan Anak Angkat?
-
Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!
-
Kisah Adik Darius Sinathrya Masuk Islam, Tersentuh Perjalanan Nabi Muhammad
-
Underworld: Aksi Brutal Perang Abadi Vampir dan Lycan, Malam Ini di Trans TV