Suara.com - Salah satu film horor yang akan dirilis dalam waktu dekat, Lorong Kost telah merilis trailer resmi.
Berdurasi dua menit, trailer film garapan sutradara Ganank Dera ini langsung menebar ketakutan.
Penonton langsung disuguhkan atmosfer kost tua yang mencekam, sunyi, dan penuh misteri yang perlahan berubah menjadi medan teror supranatural.
Lorong Kost mengisahkan Tika yang terpaksa tinggal di kosan murah demi bertahan hidup.
Tapi hidupnya justru berubah jadi neraka, saat salah satu penghuni, Tania, ditemukan tewas bunuh diri teror pun dimulai.
Bisikan, bayangan, dan gangguan gaib tak lagi sekadar mimpi buruk. Apakah Tika bisa selamat dari kutukan kosan ini?
Lorong Kost bukan hanya menghadirkan horor yang menegangkan, tapi juga membawa penonton menelusuri rahasia kelam yang terkubur di balik tembok-tembok lusuh bangunan kost tua.
Sebuah misteri tentang kematian, trauma, dan arwah yang tak pernah benar-benar pergi.
Baca Juga: Amulet, Film Horor Penuh Kejutan dari Produser Kicky Herlambang, Siap Bikin Merinding
Sutradara Ganank Dera mengungkap, ia mencoba mengeksplore ketakutan manusia dan tak hanya mengandalkan jumpscare untuk menakuti penonton.
"Film ini bukan sekadar film horor dengan jumpscare. Ini adalah eksplorasi ketakutan manusia yang bersumber dari tekanan hidup, kesendirian, dan trauma masa lalu. Saya ingin penonton tidak hanya takut, tapi juga merenung," kata Ganank dalam keterangan resmi.
Nadhira Hill yang dipercaya menjadi bagian film Lorong Kost mengaku senang bisa menjadi bagian dalam film ini.
"Banyak adegan yang secara psikologis sangat menguras dan kadang benar-benar bikin merinding. bahkan saat kamera belum menyala. Tapi semua bisa berjalan lancar, meski ada beberapa kendala," ucapnya.
Sementara bagi aktris senior Yati Surachman film ini punya nuansa horor klasik, tapi juga dibungkus dengan cerita yang dalam dan emosional.
"Saya yakin penonton akan merasakan ketegangan yang berbeda," ujar artis 67 tahun ini.
Tag
Berita Terkait
-
Amulet, Film Horor Penuh Kejutan dari Produser Kicky Herlambang, Siap Bikin Merinding
-
Reaksi Iis Dahlia Nonton Devano Danendra Di-unboxing dalam Film Gowok
-
Teror Ummu Sibyan Kembali! Sinopsis dan Fakta Film Waktu Maghrib 2 yang Bikin Merinding
-
Diangkat dari Kisah Mayat Berjalan, Film Selepas Tahlil Dibintangi Aghniny Haque dan Bastian Steel
-
Sinopsis Fear Street: Prom Queen, Teror Berdarah di Balik Mahkota
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Nama Nikita Willy Diseret Usai Pengakuan Aurelie Moeremans, Benarkah Pernah Jadi Korban Grooming?
-
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Segera Terbit, Ini Sosok di Balik Penerbit Buku Ohara
-
Dikenal Tajir, Menu Makanan Sehari-hari Anak Sisca Kohl Jadi Omongan
-
Kini Diakui, Mayangsari Duduk Bersama Keluarga Cendana di Nikahan Darma Mangkuluhur
-
6 Kisah Pahit Aurelie Moeremans di Broken Strings, Alami Grooming sampai Bullying
-
Denada Digugat Rp7 Miliar oleh Pemuda yang Mengaku Anak Kandungnya, Begini Kronologinya
-
Sinopsis Balas Budi: Aliansi Para Wanita Korban Penipuan Yoshi Sudarso
-
Pernikahan Teuku Rassya Putra Tamara Bleszynski Makin Dekat, Pakai Adat Aceh dan Jepang
-
Terinspirasi Gangguan Mistis Nyata Penulis, Sengkolo: Petaka Satu Suro Tonjolkan Drama
-
Tanpa Jump Scare Berisik, Achmad Romie Baraba Hadirkan Horor Atmosferik di Penunggu Rumah: Buto Ijo