Suara.com - Hotman Paris kembali jatuh sakit harus dirawat. Kali ini, ia diduga keracunan ikan panggang.
Hotman Paris bercerita, sakit atas keracunan makanan tersebut bermula saat dirinya makan ikan mas di tempat langganan.
"Hari Minggu lalu Hotman makan di Rumah Makan Medan, saya itu udah langganan," kata Hotman Paris Hutapea di Instagram pada Jumat, 30 Mei 2025.
Hotman Paris Hutapea lalu makan ikan mas panggang yang biasa dipesan. Namun karena makanan tersebut habis, maka dipesanlah ke tempat sebelah.
"Ikan masnya diambil dari tempat sebelah. Jadi enggak tahu nih apakah karena ikan atau panggangannya," ujar Hotman Paris.
Beberapa hari kemudian, Hotman Paris merasakan sakit pada perut. Pengacara mentereng itu mengalami buang air besar yang terus-menerus.
Belum lagi, Hotman Paris mengalami demam tinggi seiring dengan durasi waktu BAB yang sering.
"Gue sakit, mencret-mencret melulu dan demamnya sampai 39,4," imbuh Hotman Paris.
Hotman Paris awalnya sempat melanjutkan aktivitas bekerja. Kebetulan kemarin, ia tengah dalam perjalanan bisnis ke Singapura.
Baca Juga: Hotman Paris Alami Hal Serupa dengan Pegawai BI yang Akhiri Hidup, Situasi Kerja Perlu Dievaluasi
Turun dari pesawat, Hotman Paris Hutapea kembali mengalami sakit hingga dibawa ke Rumah Sakit Mount Elizabeth.
"Tadi pagi ada pertemuan bisnis di Singapura, tapi di pesawat sudah terasa, ada keracunan makanan," tutur Hotman Paris.
Hotman Paris Hutapea memang tidak memperlihatkan dirinya berada di rumah sakit. Namun katanya, untuk melakukan pemeriksaan, ia sampai menghabiskan puluhan juta rupiah.
"Gue itu menderita banget hanya untuk cek sakit ada dokter ahli penyakit infeksi, ngecek doang di Mount Elizabeth honornya Rp20 juta, ngecek gara-gara panggang," ucap Hotman Paris.
Sementara itu kata Hotman Paris, harga ikan panggang tersebut hanya berkisar Rp200 ribu.
"Itulah risiko," kata pengacara 65 tahun tersebut.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Alami Hal Serupa dengan Pegawai BI yang Akhiri Hidup, Situasi Kerja Perlu Dievaluasi
-
Hotman Paris Unggah Dedi Mulyadi Bergoyang Dangdut Jayanti, Minta Rocky Gerung Ikut Joget
-
Hotman Paris Bela Dedi Mulyadi, Berharap Rocky Gerung Diseret ke Barak Militer
-
Bikin Geram, Diduga Aspri Hotman Paris Pamer Dikawal Patwal Karena Terlambat Nail Art
-
Hotman Paris Ternyata Bukan Pengacara Terkaya di Indonesia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Drama Harga Es Jeruk di Hammersonic 2026, Bos Promotor sampai Turun Tangan
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Usai Sertifikat Mualaf Dicabut Hanny Kristianto, MCI Siap Bantu Richard Lee Urus Dokumen Baru
-
Tetap Humble di Usia 30 Tahun, Intip Rahasia Sheila on 7 Tetap Disayang Sheilagank
-
Aldi Taher Bikin Gebrakan Lagi Usai Bisnis Burger Viral, Kini Rilis Brand Sepatu hingga Celana Dalam
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan