Suara.com - Beberapa waktu lalu pencipta lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution dan Rudi Pekerti menggugat Vidi Aldiano atas dugaan pelanggaran hak cipta karena menyanyikan lagu tanpa seizinnya.
Setelah beberapa lama bungkam, Vidi akhirnya bersuara melalui video yang diunggah ulang olehnya dari akun asosiasi Vibrasi Suara Indonesia (VISI).
Dalam video yang diunggah tersebut, ketua VISI, Armand Maulana memberikan pernyataannya saat menjadi bintang tamu di program Meet Nite Live yang ditayangkan Metro TV.
Vokalis Gigi itu mendesak pemerintah agar bisa memberikan keputusan soal hak cipta yang belakangan mengundang keresahan para musisi.
“Kasih keputusan yang pasti. Di mana kita semua stakeholder musik bisa jadi panduan,” kata Armand Maulana dikutip dari unggahan akun @vibrasisuaraindonesia pada Senin, 2 Juni 2025.
Menurut Armand, selama sebelas tahun ke belakang hingga saat ini, panduan terkait hak cipta sebenarnya sudah diatur.
Namun kini para musisi lain mendadak memiliki pandangan baru soal hak cipta yang memantik sebuah perdebatan.
“Sebetulnya kan memang selama ini sebelas tahun panduannya ada tuh. Cuma tadi kan tiba-tiba teman kita punya sebuah pandangan baru, skema baru,” ujar Armand.
Oleh karena itu Armand Maulana mewakili para penyanyi mendesak pemerintah untuk segera mengurai kekisruhan antara penyanyi dan pencipta lagu.
Baca Juga: Pernah Cuman Dapat Rp160 Ribu Setahun, Armand Maulana Akui LMK Tak Transparan soal Royalti
“Nah ini nih, pemerintah atau negara harus hadir sekarang,” paparnya..
Menurut Armand, VISI sudah beberapa kali membicarakan hal tersebut kepada pihak-pihak terkait agar segera diberikan solusi terkait hak cipta.
“Tapi kemarin sih kebetulan VISI kan udah berapa kali ketemu sama DJKI, diundang sama Menteri Kebudayaan, kemudian BKD DPR itu kita selalu ngomong ‘Pak, bu, ayo dong kasih keputusan supaya ini tidak seperti ini, karena ini bahaya,” ujarnya.
Armand lalu mencontohkan kasus Vidi Aldiano dan Lesti Kejora yang baru-baru ini juga digugat terkait dugaan pelanggaran hak cipta.
“Ternyata nambah Lesti, nambah Vidi. Nggak tahu lagi nih setelah Vidi dan Lesti siapa lagi,” tuturnya.
Ariel NOAH yang juga hadir dalam program tersebut turut memberikan pandangan.
Ia berharap jika ada perubahan aturan, sebaiknya diterapkan ke depan, bukan ke belakang.
“Seburuk-buruknya sih kalaupun itu memang ternyata tafsirnya berubah, yang kita pengenin adalah ya minimal dari sini ke depan dong, jangan dari belakang-belakang juga diambil,” ujarnya.
Menurut Ariel, jika aturan diberlakukan mundur, akan timbul kerugian besar. Banyak musisi yang sudah tampil berkali-kali tanpa memperhitungkan izin seperti saat ini.
“Wah itu selesai tuh, bisa 10 tahun yang lalu sampai sekarang berapa kali manggung,” kata Ariel.
“Ya 300 (manggung) kali satu juta aja udah Rp300 juta, gimana kalau satu kali Rp50 juta,” lanjutnya.
Ariel menyebut jumlah tuntutan seperti yang dialami Vidi sangat tidak adil bagi penyanyi. Nilai gugatannya disebut mencapai Rp24,5 miliar.
“Makanya Vidi kan bisa sampai 24,5 miliar tuh, kan itu nggak fair sih,” tandasnya.
Unggahan Video tersebut mendapat banyak dukungan dari para warganet.
“Semangat kan, semoga dapat hasil yang terbaik untuk semua pihak,” kata akun @less***.
“Semoga mencapai kesepakatan terbaik, semangat kak,” komen akun @best***.
“Semoga semua urusannya bisa selesai dengan hasil memuaskan,” ujar akun @ratu***
Diberitakan sebelumnya, Keenan Nasution dan Rudi Pekerti menggugat ke PN Jakarta Pusat karena Vidi Aldiano disebut menyanyikan lagu "Nuansa Bening" tanpa izin selama 16 tahun belakangan.
Pada Rabu, 28 Mei 2025 digelar sidang perdana, namun kemudian sidang ditunda karena Vidi tidak hadir.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Sudut Pandang Rhoma Irama Soal Kisruh Royalti Lagu Sebagai Eks Petinggi LMKN
-
Baru Terungkap, Ariel NOAH Ternyata Punya Darah Eropa
-
Rhoma Irama: Kisruh Royalti Bikin Dunia Seni Jadi Menyeramkan
-
Giliran Ariel NOAH Bahas Mahalnya Kerja Bareng Raffi Ahmad
-
Imbas Kasus Agnez Mo, Ariel NOAH Ungkap Penyanyi Ditagih Royalti Meski Lagu Sudah Lama Dibawakan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Resmi Diproduksi, Film Filosofi Teras Tawarkan Solusi Hidup Rasional
-
Benarkah Nizam Dianiaya Demi Tutupi Dugaan Hubungan Terlarang Ibu Tiri dengan Anak Angkat?
-
Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!
-
Kisah Adik Darius Sinathrya Masuk Islam, Tersentuh Perjalanan Nabi Muhammad
-
Underworld: Aksi Brutal Perang Abadi Vampir dan Lycan, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Shazam! di Blockbuster Sahur Movies Trans TV 26 Februari 2026
-
Eks Pengacara Sempat Rayu Yoni Dores Berdamai dengan Lesti Kejora Sebelum Laporan Gugur
-
Sinopsis Cabbage Your Life, Drakor Komedi Baru Park Sung Woong Tentang Kehidupan di Desa
-
Sinopsis Venom: Dualitas Brutal Tom Hardy, Malam Ini di Trans TV
-
Drama Hari Pertama Anak Rizky Billar dan Lesti Kejora Jalani Puasa