Suara.com - Armand Maulana dan Ariel NOAH selaku ketua dan wakil ketua VISI (Vibrasi Suara Indonesia) mengaku turut merasakan persoalan yang dialami para pencipta lagu terkait royalti performing rights.
Armand Maulana dan Ariel Noah sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu pun merasa perlu mewakili para pencipta lagu terkait masalah tersebut.
Mulanya, Ariel NOAH merasa haknya sebagai pencipta lagu sudah terpenuhi.
Namun, duda satu anak ini tak yakin royalti yang diperolehnya dari LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) sudah sesuai atau belum.
"Sejauh ini haknya (sebagai pencipta lagu) terpenuhi sebetulnya, tapi yang kita enggak tahu itu sudah sepenuhnya atau enggak," ujar Ariel NOAH dalam acara Meet Nite Live, Kamis 29 Mei 2025.
Sebab, Ariel NOAH mengatakan ada pencipta lagu yang mungkin hanya menerima Rp200 ribu dalam setahun dari royalti performing rights.
Namun, pencipta lagu tersebut tak tahu dari mana asal uang tersebut, dan siapa penyanyi yang membawakan lagu ciptaannya ketika manggung.
"Jadi memang banyak juga ya kita mesti wakilin dari pencipta. Jadi, ada pencipta juga yang misalnya dapat pemasukan Rp200 ribu dalam setahun. Terus dia mau tanya itu Rp200 ribu dari mana, dan siapa yang pakai. Kenapa cuma Rp200 ribu?" kata Ariel NOAH.
Karena itulah, Ariel NOAH merasa LMK perlu memperbaiki diri supaya pencipta lagu juga tak kesulitan, bila membutuhkan laporan detail mengenai royalti performing rights yang diperolehnya.
Baca Juga: Lesti Kejora Tak Pernah Unggah Cover Lagu, Laporan Yoni Dores Salah Alamat?
"Nah itu untuk dapat laporan detailnya agak sulit. Nah itu mesti diperbaiki sih sebetulnya," imbuh Ariel NOAH.
Armand Maulana sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu juga merasa LMK kurang transparan dalam mengelola royalti performing rights.
Sebab, vokalis band GIGI ini pun pernah hanya mendapatkan royalti performing rights dari LMK sebesar Rp160 ribu selama setahun.
Sedangkan, Armand Maulana sebagai vokali band GIGI mengatakan band-nya manggung sebanyak 100 kali lebih dalam setahun.
"Transparansi ya bingung gitu. Saya pernah dapat Rp160 ribu setahun dari performing rights. Sedangkan GIGI main ada 100 lebih," ucap Armand Maulana.
Karena itu, Armand bingung dengan perhitungan LMK terkait royalti performing rights yang diperolehnya.
Berita Terkait
-
Pengacara Keenan Nasution Sebut Vidi Aldiano Kurang Ajar, 16 Tahun Nyanyi Nuansa Bening Tak Izin
-
5 Fakta Sengketa Hak Cipta Vidi Aldiano vs Keenan Nasution
-
Iis Dahlia Juga Dilarang Yoni Dores Bawakan Lagunya di TV: Gak Tahu Masalahnya Apa
-
Punya Banyak Lagu, Atta Halilintar Tak Masalah Karyanya Dibawakan Tanpa Izin
-
Ahmad Dhani Sebut Armand Maulana Cs Bebal: Mereka Gak Paham Karya Cipta Itu Properti
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi