Pasha yakin bahwa konflik ini timbul akibat kurangnya sosialisasi terkait regulasi yang berlaku. Banyak pelaku musik, menurutnya, tidak memahami secara menyeluruh aturan terkait hak cipta dan izin pakai karya.
"Karena saya yakin seyakin-yakinnya kekisruhan ini akibat kurangnya sosialisasi terkait regulasi atau UU yang mengatur bahwa penyanyi harus meminta izin langsung kepada pencipta lagu," katanya.
Pasha menambahkan, jika sejak awal para penyanyi menyadari kerumitan yang bisa terjadi, mungkin mereka tidak akan sembarangan membawakan lagu ciptaan orang lain.
"Artinya, pencipta lagu yang tidak bisa bernyanyi belum tentu lagunya bisa dibawakan oleh penyanyi yang tepat hingga menjadi hits. Begitu pula sebaliknya, penyanyi tidak akan bisa populer tanpa membawakan lagu-lagu yang tepat," ujarnya.
Pernyataan Pasha tersebut pun langsung mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk musisi dan warganet. Salah satu musisi yang turut berkomentar adalah bassist band Gigi, Thomas Ramdhan.
"Aa yang ganteng sehat selalu dan manggung selalu," tulis Thomas memberi semangat.
Ada pula warganet yang mendoakan agar Pasha Ungu tetap fokus menjalani ibadah haji yang sedang ia laksanakan.
"Fokus ibadah haji aja aa idola akuh. Insya Allah ada jalan keluar untuk permasalahan ini, aamiin," tulis salah satu warganet.
Namun, tak sedikit pula yang mengkritik pendapat Pasha. Salah satu warganet menilai bahwa label tidak seharusnya disalahkan dalam persoalan royalti pertunjukan.
Baca Juga: Charly Van Houten Tak Wajibkan Penyanyi Bayar Royalti, Bagaimana Nasib Pencipta Lagu yang Miskin?
"Label enggak ada kaitannya dengan performing right," komentar seorang warganet.
Kisruh royalti musik di Indonesia memang masih menjadi tugas besar bagi industri hiburan. Suara Pasha ini menjadi salah satu pengingat bahwa perlunya regulasi yang adil dan transparan demi menjaga harmoni antara pencipta dan pelaku musik.
Berita Terkait
-
Charly Van Houten Tak Wajibkan Penyanyi Bayar Royalti, Bagaimana Nasib Pencipta Lagu yang Miskin?
-
Rian D'Masiv Minta Promotor Konser Bayar Royalti ke LMK: Biar Gue dan yang Lain Kaya
-
Ogah Ribet, Charly Van Houten Bebaskan Lagunya Dinyanyikan: Tidak Wajib Bayar Royalti
-
Di Tengah Kisruh Royalti, Rhoma Irama Beri Kejutan: Silakan Nyanyi Lagu Saya Sepuasnya
-
Profil Ida Royani, Istri Keenan Nasution yang Sentil Vidi Aldiano Terkenal Berkat Nuansa Bening
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim