"Seneng dengernya. Semoga dapat kabar baik selanjutnya," tulis seorang netizen.
Sementara itu, ada juga netizen yang mencoba memberi pandangan kritis atas situasi yang disoroti Hotman.
Salah satunya menyinggung lemahnya sistem pengawasan dalam pengelolaan tambang oleh negara.
"Jawabannya sederhana, karena ketika regulator dan eksekutor ada di pihak yang sama, maka fungsi kontrolnya hilang. Tidak ada lagi business by merit di situ," komentar seorang warganet.
"Contoh Antam divisi nikel. Sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi, tapi teknologinya masih dulu kala. Sehingga pengelolaannya hanya high grade nickel ore saja yang bisa diolah," tambahnya.
Banyak pihak menduga, unggahan Hotman Paris ini merupakan bentuk keprihatinannya atas tambang nikel di Raja Ampat yang kini menjadi sorotan publik.
Tambang itu dikhawatirkan akan merusak keindahan alam Raja Ampat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bawah laut terbaik di dunia.
Beruntung, pemerintah bertindak cepat. Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik empat perusahaan tambang di pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya, telah resmi dicabut.
Keputusan ini diambil atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Pencabutan IUP diumumkan secara resmi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Diusir saat Tengok Tambang Raja Ampat, Angela Gilsha: Ini Legal Kan? Kenapa Enggak Boleh Lihat?
Namun demikian, masih ada satu perusahaan tambang yang tetap diizinkan beroperasi, yakni PT Gag Nikel, yang merupakan bagian dari aset negara.
Langkah pemerintah ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Papua akan menjadi prioritas utama di tengah geliat industri pertambangan nasional.
Berita Terkait
-
Diusir saat Tengok Tambang Raja Ampat, Angela Gilsha: Ini Legal Kan? Kenapa Enggak Boleh Lihat?
-
Bukan Hasil AI, Angela Gilsha Lihat Sendiri Air Keruh di Pantai Tambang Raja Ampat
-
Bersuara Soal Tambang Nikel di Raja Ampat, Dedi Mulyadi Sentil Lewat Lagu
-
Lihat Langsung Kerusakan Raja Ampat Akibat Tambang Nikel, Angela Gilsha Dikejar Kapal Tak Dikenal
-
Izin 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat Dicabut, Rieke Diah Pitaloka: Tapi Urusan Belum Selesai
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987