Suara.com - Dedi Mulyadi mengaku salah usai dirinya tak memakai helm saat menebeng motor patwal untuk menghadiri acara peresmian Universitas Bhinneka Tunggal Ika pada Rabu, 11 Juni 2025.
Gubernur Jawa Barat itu menunjukkan sikap bertanggung jawab sebagai pejabat publik.
Dengan kesadaran penuh, ia meminta agar dirinya ditilang karena telah melanggar aturan lalu lintas.
Sebelumnya, beredar video di media sosial saat Dedi Mulyadi keluar dari mobil yang ditumpanginya untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi acara dengan menggunakan motor patwal.
Video tersebut menunjukkan saat Dedi terburu-buru menaiki motor patwal tanpa mengenakan helm.
Dalam klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, Dedi menjelaskan alasan di balik tindakannya tersebut.
Ia mengaku terjebak kemacetan cukup parah sehingga harus mencari alternatif agar tidak terlambat menghadiri acara.
Sebagai Gubernur, ia merasa tidak pantas datang terlambat dalam acara resmi tersebut.
Terlebih lagi saat itu Persiden Prabowo Subianto juga hadir ke acara tersebut sehingga mau tak mau ia mengambil keputusan tersebut agar tetap bisa sampai tepat waktu di lokasi.
Baca Juga: Daftar Harga Yamaha XMAX Bekas Juni 2025, Skutik Mewah Cocok untuk yang Doyan Touring
“Saya mengalami kemacetan hampir satu jam. Tentunya sebagai Gubernur saya tidak boleh lebih dulu Presiden dibanding saya. Maka saya mengambil inisiatif untuk ikut motor dinas perhubungan Kabupaten Bogor,” kata Dedi Mulyadi dikutip pada Jumat, 13 Juni 2025.
Di balik keputusannya itu, Dedi menyadari bahwa ia telah melakukan pelanggaran karena tidak memakai helm.
Ia menambahkan bahwa motor tersebut memang dirancang untuk operasional tunggal dan bukan untuk membonceng penumpang. Akibatnya, tak ada helm tambahan yang bisa dipakai saat itu.
“Dan di situ terjadi pelanggaran pada diri saya. Saya tidak menggunakan helm, dan tentunya pengendara kendaraan bermotornya tidak menyiapkan helm untuk membonceng karena motor itu spesialiasi tanpa boncengan atau motor patwal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi meminta agar proses hukum tetap dijalankan sebagaimana mestinya.
Ia meminta kepada Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bogor, untuk menilang pengendara motor yang membawanya kemarin.
Berita Terkait
-
8 Rekomendasi Motor Bebek Jadul 2 Tak Termahal, Harga Sekelas Jazz Bisa Jadi Harta Karun
-
5 Rekomendasi Motor 500cc Murah Terbaik untuk Touring: Gagah Abis, Harga Mulai Rp100 jutaan
-
Rekomendasi 6 Motor Stylish dan Nyaman untuk Perempuan Tinggi, Gak Bikin Pegal
-
Demi Prabowo, Dedi Mulyadi Tinggalkan Mobil Mewah, Pilih Ngebut Naik Patwal
-
Ditakut-takuti Masuk Barak Militer Dedi Mulyadi, 'Bayi Jenius' Ini Beri Jawaban Cerdas
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987