Suara.com - Sebuah video yang merekam perjuangan luar biasa tim relawan evakuasi jasad Juliana Marins di Gunung Rinjani mendadak viral dan menyentuh nurani jutaan pasang mata di dunia maya. Tyo Survival jadi salah satu anggota tim relawan yang ikut membantu proses evakuasi.
Nama Tyo Survival mencuat ke permukaan setelah ia mengunggah momen penuh risiko dan dramatis tersebut ke media sosial.
Salah satu yang dibagikannya adalah momen tiga orang tim relawan yang bersiap tidur menemani jasad Mariana di tebing curam.
Siapakah sebenarnya Tyo Survival? Nama "Survival" yang melekat padanya bukanlah sekadar julukan.
Herna Prasetyo, nama asli Tyo adalah seorang pegiat alam bebas yang berpengalaman, dengan keahlian dalam teknik bertahan hidup di alam liar.
Dedikasinya pada dunia pendakian dan kemanusiaan telah membawanya terlibat dalam berbagai operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di berbagai gunung di Indonesia.
Baginya, gunung bukan hanya tempat untuk dinikmati keindahannya, tetapi juga arena untuk menolong sesama yang membutuhkan bantuan.
Tapi kalau publik ingat, Tyo Survival pernah menjadi presenter acara Jejak Petualang. Selesai dari sana, ia terus mendedikasikan hidupnya dengan berbagai petualangan di alam.
Tyo Survival menjalin kerja sama dengan Arei Outdoor Gear untuk membangun Shelter Emergency di berbagai gunung, termasuk di jalur Plawangan Gunung Rinjani dan Tambora. Shelter ilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih.
Baca Juga: Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!
Tyo juga seorang Youtuber yang kontennya membagikan edukasi tentang berkegiatan alam. Salah satu yang sering ia bagikan adalah bagaimana cara menghadapi ular berbahaya.
Dedukasinya di dunia outdoor membawanya sering berkolaborasi dengan para YouTuber setipe. Sebut saja Panji Petualang, Dede Inoen, dan Bule Bolang.
Edukasi lewat video proses evakuasi
Keputusan Tyo Survival untuk membagikan video evakuasi Juliana Marins menjadi sebuah pesan kuat.
Ia ingin mengedukasi masyarakat, khususnya para pendaki, tentang pentingnya persiapan matang dan kesadaran akan risiko tinggi yang ada di alam bebas.
Lebih dari itu, ia ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para relawan yang bekerja dalam sunyi, mempertaruhkan nyawa mereka demi membawa pulang mereka yang telah tiada kepada keluarganya.
Tag
Berita Terkait
-
Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!
-
Bakal Terima Donasi Rp1,5 Miliar, Agam Rinjani Blak-blakan Pernah Jadi Orang Kaya karena Jadi Porter
-
Digugat Keluarga Pendaki Brasil, Balai TNG Rinjani: Kami Sudah Berusaha Maksimal
-
Ayah Juliana Marins Salahkan Pemandu Atas Kematian Putrinya: Dia Pergi Merokok dan Meninggalkannya
-
5 Potret Kenangan Ira Wibowo di Lokasi Jatuhnya Juliana Marins di Gunung Rinjani
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan