Suara.com - Suasana ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mendadak penuh emosi saat artis Nikita Mirzani membacakan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan kasus pemerasan terhadap Reza Gladys hari ini, Selasa, 1 Juli 2025.
Duduk di kursi terdakwa, Nikita Mirzani yang biasanya tampil tegar dan vokal, tak kuasa menahan air matanya saat mencurahkan isi hatinya, terutama kerinduan mendalam kepada ketiga buah hatinya.
Momen emosional itu terjadi ketika Nikita Mirzani, dengan suara bergetar, membacakan surat yang ia tulis khusus untuk anak-anaknya.
"Teruntuk tiga anak-anakku yang bernama Laura Meizani Mawardi, Azka Raqila Mawardi, dan Arkana Mawardi, percaya lah nak, ami bukan seorang teroris, ami bukan lah pelaku pembunuhan, ami juga bukan gembong narkoba," ucap Nikita Mirzani, yang suaranya mulai tercekat menahan tangis.
Dalam eksepsinya, ia juga menyuarakan kebingungan atas perlakuan hukum yang ia terima, yang menurutnya berlebihan dan tidak sebanding dengan perkara yang dihadapi.
"Mengapa amimu diperlakukan seperti penjahat yang sangat berbahaya untuk negara Republik Indonesia tercinta ini?" tanyanya retoris di hadapan majelis hakim.
Ibu tiga anak ini kemudian mengungkapkan, betapa berat beban batin yang ia rasakan sejak menjalani proses hukum yang membuatnya terpisah dari mereka.
Momen-momen penting keluarga, termasuk perayaan hari besar keagamaan, jadi harus ia lewati seorang diri.
"Sejak ditahan, saya tidak bisa berkumpul lagi dengan anak-anak saya, tidak bisa menjalankan ibadah puasa bersama-sama dan merayakan hari raya Idul Fitri bersama-sama seperti umat Muslim pada umumnya. Hal ini sangat menyayat hati dan menyiksa batin saya," tuturnya lirih.
Baca Juga: Tantang Reza Gladys Hadir di Sidang Nikita Mirzani, Dokter Detektif Nyinyir: Takut Banget Yah?
Di titik inil ah pertahanan Nikita Mirzani runtuh. Ia tak kuasa menahan air matanya dan menangis tersedu-sedu saat mengucapkan kalimat paling personal, yang ditujukan langsung untuk ketiga anaknya.
"Untuk ketiga anakku, ami kangen," katanya sambil terisak.
Setelah jeda sejenak untuk menenangkan diri, Nikita Mirzani mencoba menguatkan anak-anaknya dan dirinya sendiri.
Ia berpesan agar anak-anaknya tetap sabar dan mendoakan ibu mereka dalam perjuangan mencari keadilan.
"Yang sabar ya nak, dan jangan lupa selalu mendoakan ami. Karena ami sekarang masih berjuang untuk tetap teguh memegang kebenaran," lanjutnya.
Nikita Mirzani menutup curahan hatinya dengan keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap.
"Ami juga sangat yakin, kebenaran bisa disalahkan tapi tidak bisa dikalahkan," tegasnya.
Ia menyuarakan optimisme dan semangat perlawanan, mengajak semua pihak untuk tidak takut menyuarakan keadilan.
"Pasti tak lama lagi, Allah SWT yang Maha Segalanya akan mengungkap semua yang benar dan semua yang bathil," tegas Nikita Mirzani.
"Sekali lagi, saya ucapkan jangan takut dan jangan lagi ada keraguan sedikit pun untuk tetap suarakan keadilan, walaupun langit akan runtuh," tandasnya, mengakhiri pembacaan eksepsi dengan nada yang kuat.
Perseteruan Nikita Mirzani dan Reza Gladys mulai mencuat ke publik ketika kabar dirinya dan sang asisten, Ismail Marzuki dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pemerasan pada 3 Desember 2024.
Dalam laporan Reza Gladys, Ismail Marzuki disebut meminta Reza Gladys membayar Rp5 miliar, sebagai kompensasi untuk Nikita Mirzani agar bersedia menghapus konten ulasan negatif produk skincare-nya.
Dari hasil negosiasi, akhirnya Reza Gladys sepakat menyerahkan uang senilai Rp4 miliar ke Ismail Syahputra, untuk selanjutnya diteruskan ke Nikita Mirzani.
Laporan kubu Reza Gladys membuat Nikita Mirzani dan Ismail Marzuki jadi tersangka sejak 4 Maret 2025.
Nikita Mirzani dan Ismail Marzuki dikenakan Pasal 27B ayat (2) dan Pasal 45 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2024 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara, serta Pasal 3, 4 dan 5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 20 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Kerugian Lebih Besar dari Kasus Nikita Mirzani, Kok Melani Mecimapro Bebas?
-
Siapa Reynaldi Bermundo? Influencer Muda yang Baru Saja Meninggal, Kondisi Terakhirnya Disorot
-
Nikita Mirzani Minta Denada Jangan Berkelit: Akuin Aja Itu Anak Lo, Gitu Aja Repot
-
Lagi Dipenjara, Nikita Mirzani Masih Bisa Ledek Richard Lee yang Kini Jadi Tersangka
-
Richard Lee Diperiksa Polisi, Dokter Detektif Mendadak Muncul di Polda Metro Jaya Tuntut Penahanan
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun