Suara.com - Para pengguna media sosial, khususnya TikTok belakangan ini tentu tidak asing dengan tren Aura Farming yang tengah viral.
Menariknya, tren viral tersebut ternyata terinspirasi dari gerakan tarian bocah laki-laki yang berdiri di ujung perahu saat perlombaan Pacu Jalur.
Bocah tersebut terlihat begitu lincah menari dengan mengayunkan tangan dan menggerakan tubuhnya di atas perahu yang melaju cepat.
Gerakan tarian bocah tersebut kini viral dan diikuti oleh para pengguna media sosial dari belahan dunia lainnya.
Akun sepak bola @PSG bahkan turut membagikan konten Aura Farming dengan gerakan tarian Pacu Jalur tersebut.
Apa Itu Aura Farming?
Melansir Ilearnlot, Aura Farming adalah istilah slang yang menggambarkan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan "aura" untuk membuat seseorang tampak keren, percaya diri, atau mengesankan.
Aura Farming dilakukan dengan memposting sesuatu di suatu tempat atau melakukan sesuatu agar tampak keren.
Manurut situs Toxigon, Aura farming saat ini tidak hanya terbatas pada anime dan media sosial. Aura farming juga telah merambah ke budaya pop secara keseluruhan yang bisa ditemukan di film, acara TV, dan bahkan musik.
Dari Mana Asal Aura Farming?
Baca Juga: Mengenal Pacu Jalur Riau: Warisan Lomba Tradisional yang Mendunia
Istilah Aura Farming tidak muncul begitu saja. Istilah ini sebenarnya berakar dari bahasa gaul internet dan budaya meme.
Frasa ini mulai populer pada pertengahan September 2024, namun sebenarnya sudah ada beberapa saat sebelumnya.
Salah satu tren Aura Farming paling awal adalah video TikTok yang diunggah oleh akun bernama @h.chua_212.
Dalam video tersebut, mereka sedang bermain bowling bersama teman-teman, dan diberi judul Aura Farming.
Video itu lalu ditonton banyak orang dan disukai, hingga menjadi salah satu awal mula istilah Aura Farming tersebar.
Namun, Aura Farming tidak hanya muncul di TikTok. Di X orang-orang dari berbagai belahan dunia juga mulai menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan selebritas dan karakter anime yang tampak berusaha keras untuk terlihat keren.
Selain itu, komunitas anime juga memainkan peran besar dalam mempopulerkan tren Aura Farming.
Para penggemar mulai menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan karakter yang selalu berusaha tampil keren atau tangguh.
Hal itu terlihat dalam postingan Reddit tentang 'aura off' antara Piccolo dari Dragon Ball Z dan Killua dari Hunter X Hunter.
Postingan tersebut mendapat banyak tanda suka dan komentar yang menunjukkan seberapa populer istilah tersebut.
Pacu Jalur Mendunia
Berkat tren Aura Farming, kini perlombaan Pacu Jalur mendunia hingga membuat banyak orang ingin mengetahuinya lebih jauh.
Menurut informasi dari situs Kemdikbud, Pacu Jalur adalah lomba mendayung tradisional yang berasal dari daerah Kuantan Singingi (Kuansing).
Perlombaan ini masih terus dilestarikan dan berkembang hingga kini di Provinsi Riau.
Perahu yang digunakan dalam perlombaan ini terbuat dari batang kayu utuh dan oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan "jalur".
Kayu gelondongan yang digunakan untuk membuat jalur diambil secara khusus dari hutan yang berada di wilayah Kuantan Singingi.
Kayu yang dipilih bukanlah sembarang kayu, melainkan harus memenuhi syarat tertentu.
Sebelum proses pengambilan dilakukan, tukang jalur, yaitu orang yang ahli dalam pembuatan jalur terlebih dahulu pergi ke hutan untuk melakukan survei.
Mereka mencari kayu yang sesuai dengan kriteria, terutama dari segi diameter dan panjang.
Setelah menemukan kayu yang cocok, mereka akan memberikan tanda pada pohon tersebut. Beberapa waktu kemudian, penebangan dilakukan.
Proses penebangan ini tidak sembarangan, karena disertai dengan ritual khusus.
Ritual ini mencerminkan filosofi masyarakat setempat, yaitu bentuk penghormatan dan permohonan izin kepada alam, khususnya hutan, sebelum mengambil kayu berukuran besar.
Pacu Jalur diadakan di tepian Sungai Kuantan yang terletak di Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Indonesia. Lokasi ini juga dikenal dengan sebutan Tepian Narosa.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Tren Viral Transisi Imam Tarawih di TikTok: Syiar atau Riya?
-
6 Potret Rayyan Pacu Jalur Ketemu Marc Marquez di Mandalika, Dapat Hadiah Istimewa
-
Marco Bezzecchi Rajai Sprint Race, Bocah Pacu Jalur Dapat Sepatu Marc Marquez
-
Rayakan Bangunan Terbakar, Pendemo di Nepal Joget Pacu Jalur
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama
-
Jawab Rumor Konser BIGBANG, PK Entertainment: Pengumumannya Gak Akan Lama Lagi
-
PK Entertainment Siapkan Konser ENHYPEN, BOYNEXTDOOR dan Kejutan Bintang K-Pop Besar di Indonesia
-
Kata Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak, Hotman Paris: Pikir Lagi, Apa Anda Cocok Jadi Menteri?
-
Kasus Richard Lee Segera Disidangkan
-
Sule Bantah Kabar Kasar ke Tim Kreatif Ini Talkshow: Demi Allah, Saya Gak Pernah Lempar Skrip
-
Sinopsis To Catch a Killer: Menguak Sniper Misterius, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
5 Rekomendasi Film Tentang Kesepian Terbaik Selain Train Dreams
-
Term Life: Ketika Nyawa Menjadi Taruhan demi Warisan untuk Sang Putri, Malam Ini di Trans TV
-
Istri Difitnah Jadi Buzzer Pemerintah, Emosi Denny Sumargo Meledak