Suara.com - Publik lebih mengenal Maxime Bouttier sebagai aktor papan atas yang telah membintangi puluhan film, termasuk "Ticket to Paradise" bersama George Clooney dan Julia Roberts.
Namun, di balik sorotan kamera dan gemerlap dunia peran, Maxime Bouttier menyimpan sisi lain yang ia tuangkan melalui musik.
Pria berusia 32 tahun ini ternyata adalah seorang musisi yang serius menggarap band indie-nya sebagai wadah idealisme.
Dalam sebuah wawancara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Juli 2025, suami dari aktris Luna Maya ini membeberkan geliatnya di dunia musik yang ternyata sudah ia rintis sejak lama.
Baginya, musik bukanlah sekadar pelarian sesaat, melainkan sebuah gairah yang telah mendarah daging sejak remaja.
"Sebenarnya dari SMA sih ya, terus ketemu Eki 2011 terus kita bikin band, udah dari situ sih," ungkap Maxime.
Meski telah memiliki nama besar di industri akting, membangun citra sebagai musisi diakui Maxime bukan perkara mudah.
Ia sadar betul bahwa jalan yang ditempuhnya terjal dan butuh kesabaran ekstra, mengingat industri musik memiliki dinamika yang jauh berbeda dan tak terprediksi.
"Butuh banyak kesabaran. Memang berat, soalnya pergerakan industri kan memang lebih nggak bisa diprediksi daripada akting kan. Pergerakan musik itu selalu viral atau trennya selalu berbeda. Lumayan tricky, cuma it's okay lah, bisa," tuturnya.
Baca Juga: Luna Maya Jawab Isu Hamil Anak Pertama dengan Maxime Bouttier
Melalui band-nya, aktor blasteran Prancis-Indonesia ini menemukan ruang untuk menyuarakan idealisme murninya.
Ia memilih jalur indie agar bisa bebas berkarya tanpa harus terikat pada formula musik arus utama yang kerap mendominasi pasar.
"Memang kami nggak terlalu mainstream kayak pop atau apa. Makanya kan kami lumayan indie," jelasnya.
Yang menarik, inspirasi lagu-lagu yang ia ciptakan datang dari pengamatannya terhadap realitas kehidupan, masyarakat, hingga sentilan isu politik.
Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan tidak frontal, melainkan dibungkus secara tersirat atau subliminal.
"Ya life, kehidupan, the trouble of the world, politik sedikit. Lagu-lagunya ada bau-bau politik sedikit begitu ya, but not too much. Kami mau subliminal lah ya di politikal," kata Maxime.
Berita Terkait
-
Sabrina: Saat Boneka Cantik Menjadi Wadah Iblis yang Haus Darah, Malam Ini di ANTV
-
The Doll 2: Teror Sabrina Kembali Gentayangan, Malam Ini di ANTV
-
Bercinta dengan Maut Jadi Ajang Aktor Muda Keluar dari Zona Nyaman, Maxime Bouttier Tampil Toxic
-
Instagram Hapus Akun Bot, Luna Maya Kehilangan 800 Ribu Followers
-
Pro Kontra Foto Anniversary Luna Maya dan Maxime Bouttier: Nilai Seni vs Menyimpang
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Satu Studio Menangis: 3 Alasan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" Sukses Sampaikan Pesan
-
DWP Buka Suara soal Promosi Whip Pink: Nama Acara Kami Dicatut
-
Namanya Terseret di Sidang Kasus Korupsi, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Jadi Pengacara
-
Momen Ibu Denise Chariesta Disiplinkan Jaden Viral, Warganet Singgung No No Baby
-
Sinopsis Teach You a Lesson, 'Pawang' Siswa Nakal Turun Gunung, Baru Mendarat di Netflix
-
Hati Betrand Peto Hancur, Pasang Badan Bela Ruben Onsu usai Dihina Sarwendah: Ayah Bukan Bencong!
-
Denny Sumargo Kaget Lihat Perkembangan Anak, Bisa Diajak Komunikasi Dua Arah Meski Belum Dua Tahun
-
Sinopsis Esok Tanpa Ibu: Ketika Sosok Ibu Digantikan AI, Lagi Merajai Netflix
-
Sinopsis The Irishman: Kisah Nyata Pembunuh Bayaran Mafia Legendaris, Masih Tayang di Netflix
-
Dari Wattpad ke WeTV: Kisah Samuel yang Dinanti 21 Juta Pembaca Akhirnya Tayang