Suara.com - Sejumlah komika tanah air turut mengomentari keputusan majelis hakim yang memvonis Tom Lembong 4,5 tahun penjara terkait kassus korupsi impor gula, tak terkecuali Yudha Keling.
Yudha Keling melalui akun media sosial tak kuasa menahan diri untuk mengomentari kasus Tom Lembong yang dinyatakan tak ikut menikmati hasil korupsi, tetapi tetap divonis penjara karena dinilai membuat kebijakan yang menguntungkan pihak lain.
Pelawak 31 tahun ini beranggapan Tom Lembong tetap divonis penjara meskipun tak korupsi, karena beda pilihan dengan lainnya ketika Pilpres 2024 lalu.
"Terbukti gak ada aliran dana, terbukti gak ada keuntungan pribadi, terbukti gak ada niat jahat. Tapi, itu semua gak penting. Pokoknya karena lu kemarin beda jalan, lu salah," kata Yudha Keling pada unggahan Instagramnya.
Yudha Keling pun mengaku sedih mendengar kabar Tom Lembong divonis penjara 4,5 tahun, meskipun terbukti tak melakukan korupsi.
Namun, Yudha Keling juga tak terkejut kalau majelis hakim tetap memutuskan Tom Lembong bersalah dengan alasan ketidakcermatan dalam membuat kebijakan impor gula ketika menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
"Menyedihkan, sayangnya tidak mengagetkan," katanya.
Menurutnya, kasus Tom Lembong ini adalah bentuk kriminalisasi yang seolah ingin membuat orang-orang tak berani bersuara lagi.
"Entah apa niatnya kriminalisasi diperlihatkan seterang benderang ini. Agar gak lagi ada yang berani melawan?" tulisnya.
Baca Juga: Penjual Kacang Tak Terima Dibilang Dibantu, Bagaimana Respons Raffi Ahmad?
Selain itu, Yudha Keling juga mengunggah ulang cuitan-cuitan netizen soal kasus Tom Lembong yang divonis 4,5 tahun di Twitter.
Salah satunya, komika 31 tahun ini nampaknya sepakat dengan pendapat netizen bahwa rasa cinta Tom Lembong terhadap Indonesia nampaknya telah bertepuk sebelah tangan.
Sebab, ia beranggapan Tom Lembong yang berusaha mendedikasikan diri untuk tanah air justru dikhianati oleh negaranya sendiri.
"Kecintaan Tom pada Indonesia sepeti bertepuk sebelah tangan. Ia berasal dari keluarga kaya, bebas finansial, dan memiliki karier gemilang di luar negeri. Ia kembali ke Indonesia, namun beginilah ia diperlakukan, ditikam dari belakang oleh negaranya sendiri," kata akun X @CursedMayoJar yang diunggah ulang oleh Yudha Keling.
Selain itu, Yudha Keling juga sepakat dengan cuitan netizen soal kasus Tom Lembong ini seolah mengartikan bahwa siapa pun bisa dipenjara bila membuat kebijakan yang membuat rugi negara, meskipun tak juga memperkaya diri sendiri.
Artinya, setiap menteri atau eks menteri yang pernah membuat kebijakan kurang tepat bisa dipenjara, seperti Tom Lembong.
Berita Terkait
-
Singkat dan Menusuk, Yudha Keling Suarakan Kekecewaan atas Vonis Tom Lembong: Pokoknya Lo Salah!
-
Raim Laode Kirim Pesan Puitis untuk Tom Lembong: Kebenaran Tidak Mati, Dia Hanya Tidur
-
Rekam Jejak Dennie Arsan Fatrika, Hakim di Balik Kasus Tom Lembong
-
Aneh dengan Vonis Tom Lembong, Mamat Alkatiri: Periksa Menteri Semua Periode, Pasti Kena
-
Tom Lembong Divonis Penjara, Ernest Prakasa Bereaksi Keras: Apa yang Mereka Inginkan dari Ini?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan