Novel ini bergenre distopia, yaitu gambaran masyarakat yang buruk dan menakutkan, berbeda dengan utopia (masyarakat ideal).
Novel "1984" bercerita tentang dunia yang diperintah secara totaliter yang mana pemerintah punya kendali penuh atas semua aspek kehidupan, bahkan pikiran orang.
George Orwell adalah seorang sosialis demokrat. Ia menulis novel ini sebagai peringatan tentang bahaya pemerintahan seperti di era Stalin (Rusia) atau Nazi (Jerman).
Secara lebih luas, novel "1984" membahas kebenaran dan fakta dalam politik, serta bagaimana hal-hal itu bisa dimanipulasi.
2. Joko Anwar
Sedangkan Joko Anwar melalui Instagram Story membagikan ulang unggahan Dandhy Laksono.
Mengomentari headline "Prabowo Tuduh Demo Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu Direkayasa: Dibiayai Koruptor", Dandhy menuding balik Presiden Prabowo-lah yang dibiayai koruptor.
"Saya lebih percaya koruptor membiayai kampanye partai dan pilpresmu daripada ngongkosi orang demo," tulis Dandhy yang dikenal sebagai jurnalis investigasi.
"Trump 19 - 0 Prabowo," tambah Dandhy Laksono di caption, menyentil tarif 19 persen dari Presiden Donald Trump dan 0 persen dari Presiden Prabowo.
Joko Anwar yang membagikan ulang unggahan Dandhy Laksono mengisyaratkan bahwa ia punya pendapat serupa. Kendati begitu, ia tak menuliskan caption apa pun.
Baca Juga: 42 Ribu Pekerja Terkena PHK di Tahun Pertama Prabowo Menjabat
3. Pandji Pragiwaksono
Terakhir ada Pandji Pragiwaksono yang melalui akun X @pandji mengomentari caption postingan sebuah media online.
"Presiden Prabowo menuding 'Indonesia Gelap' dan 'Kabur Aja Dulu' sebagai rekayasa yang didanai koruptor. Ia menyebut ada pihak yang sengaja menebar pesimisme dan ingin Indonesia terus gaduh," adalah caption yang ditanggapi Pandji.
Menurut Pandji, Prabowo suka melakukan framing seperti rekannya sesama komika, Abdur Arsyad.
"Framing mulu nih kayak @abdularsyad," tulis Pandji.
Dalam bahasa gaul, 'framing' berarti cara seseorang membingkai atau menyajikan suatu informasi, ide, atau situasi, sehingga orang yang mendengar atau melihat punya pandangan atau kesan tertentu.
Gampangnya, 'framing' adalah cara kita memilih sudut pandang ketika membicarakan sesuatu.
Berita Terkait
-
Jalankan Misi Perdamaian, Prabowo dan Pemimpin Pakistan Akan Terbang ke Teheran
-
Resmikan 218 Jembatan, Prabowo Tunjuk Jenderal Bintang Empat Pimpin Pembangunan Hingga ke Pelosok
-
Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Sempat Viral Minta Jembatan Kini Tagih MBG
-
Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
-
Dalam Waktu Dekat Prabowo akan Sampaikan Taklimat untuk Bangsa, Soal Apa?
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Renatta Moeloek Kenang Vidi Aldiano: Sahabat Kecil yang Sering Jadi Kelinci Percobaan Masakannya
-
Heeseung Resmi Keluar dari ENHYPEN, Agensi Ungkap Alasan Perbedaan Visi Musik
-
Ardit Erwandha Menangis Usai Syuting Tunggu Aku Sukses Nanti, Kisahnya Mirip Kehidupan Nyata
-
Deretan Ayat Alquran yang Pernah Dikutip Vladimir Putin
-
Seorang Istri Diamuk Suami Gara-Gara Bukber Tak Izin dan Duduk Dekat Cowok
-
Rayakan Hari Musik Nasional, Rising Jadi Pundi-Pundi Pendapatan Baru Buat Musisi Tanah Air
-
Apa itu Whoop Band? Gelang yang Dipakai Deddy Corbuzier Buat Pantau Kondisi Vidi Aldiano
-
Pesan Sheila Dara untuk Vidi Aldiano Jika Bisa Kembali ke Masa Lalu
-
Aksi DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar Rp486 Juta Tuai Kritik, Kalina Oktarani Ikutan Miris
-
Perjuangan Terakhir Vidi Aldiano Terungkap, Sempat Terkena Pneumonia Hingga Kehilangan Suara