Suara.com - Penampilan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka kembali berhasil mencuri atensi publik di media sosial.
Kali ini, sorotan tidak datang dari pernyataan politiknya, melainkan dari aksesori kecil yang tersemat di kerah kemejanya.
Gibran kedapatan mengenakan sebuah pin yang identik dengan lambang kelompok Bajak Laut Topi Jerami dari serial anime dan manga populer, One Piece di masa kampanye Pilpres 2024.
Kehebohan mengenai pin tersebut rupanya sampai ke telinga musisi ternama Tanah Air, Kunto Aji.
Penyanyi lagu "Rehat" itu pun memberikan komentar yang menggelitik melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) miliknya.
Pria yang akan genap berusia 38 tahun pada Januari mendatang itu tampak terheran-heran dengan adanya pihak yang menganggap serius pemakaian simbol tersebut.
Ia menyindir adanya kemungkinan paranoia atau ketakutan berlebihan di balik polemik yang muncul.
"Jangan-jangan ini beneran parno. Dikira antek fufufafa kah? Kalau beneran, ya lawak banget sih ini," cuit Kunto Aji lewat akun @KuntoAjiW, Selasa, 5 Agustus 2025.
Cuitan Kunto Aji tersebut merespons ketakutan pemerintah terhadap lambang "Jolly Roger" dari serial anime One Piece itu, yang kini dicap sebagai pemecah belah bangsa.
Baca Juga: Hapus Kredit Macet Hingga Batalkan PPN 12 Persen: Respon Sosok Ini Atas Kritik Bendera One Piece
Kunto Aji juga mengaitkannya dengan isu keretakan hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dengan pendahulunya, Joko Widodo.
"Jadi, itu mungkin saja terjadi," kata dia dalam lanjutan tulisannya.
Dalam unggahan lain yang juga ramai diperbincangkan, seorang warganet mencoba memberikan konteks dari sudut pandang seorang penggemar.
Akun dengan nama Papan (Bare Metal) Berjalan menyoroti betapa berbedanya pemaknaan simbol tersebut antara penggemar anime dengan pihak yang melihatnya dari kacamata politik.
Menurutnya, mereka yang menganggap simbol tersebut sebagai sebuah ancaman adalah orang-orang yang tidak memahami konteks budaya populer.
"Sudah jelas, ini yang bilang ancaman adalah kakek-kakek bau tanah yang nggak pernah nonton anime," tulis akun tersebut.
Fenomena ini sekali lagi menunjukkan bagaimana sebuah simbol dari budaya populer dapat memicu interpretasi yang beragam ketika bersinggungan dengan dunia politik yang sering kali tegang.
Kunto Aji sendiri sebelumnya sempat merespons ketakutan pemerintah terhadap bendera One Piece lewat sebuah tulisan satir, dengan menawarkan opsi pilihan bendera lain sebagai bentuk penggambaran protes masyarakat.
Berita Terkait
-
Geger Bendera One Piece: Pemerintah Lebay? Gus Dur Dulu Santai Soal Bintang Kejora!
-
Kru Topi Jerami Kembali! One Piece Live Action Season 2 Rilis Preview Baru
-
Posting Poster One Piece, Rieke Diah Pitaloka Colek PPATK: Ada yang Gemeter
-
Pasal Karet Takut sama Simbol Jagoan Karet? Ryan Adriandhy Sindir Telak Larangan Bendera One Piece
-
Pengibar Bendera One Piece Diburu Aparat, Soleh Solihun: Kalau Bendera Ormas sama Parpol Boleh
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat