Suara.com - Kreator konten sekaligus aktor, Andovi da Lopez, memberikan jawaban menohok atas tudingan miring yang dialamatkan kepadanya.
Ia dituding tidak menghormati bendera Merah Putih dan jasa para pahlawan karena mendukung pengibaran bendera Jolly Roger dari anime populer "One Piece".
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @andovidalopez, pada Kamis, 7 Agustus 2025, pria berusia 31 tahun ini membantah keras tudingan tersebut.
Dalam video berdurasi sekitar 2 menit itu, Andovi menegaskan bahwa kecintaannya pada Indonesia tidak perlu diragukan lagi.
Ia bahkan mengungkapkan fakta bahwa kakeknya merupakan seorang pahlawan yang dimakamkan di taman makam pahlawan.
"Kakek gue dimakamkan di taman makam pahlawan. Dia melawan Belanda dan Jepang," tegas Andovi.
Oleh karena itu, ia merasa heran dengan tudingan yang menyebutnya tidak peduli dan tidak menghormati para pahlawan bangsa.
"Siapa lu untuk berasumsi gue nggak peduli dan tidak menghormati para pahlawan kita? Kakek gue salah satunya," lanjutnya.
Andovi juga mengkritik cara berpikir sebagian orang yang ia sebut sebagai "kesesatan dalam berpikir" atau logical fallacy.
Baca Juga: Pakar Komunikasi Geram: Larang Bendera One Piece, Malah Bikin Rakyat Makin Bandel
Menurutnya, menyukai atau memilih satu hal tidak serta merta berarti membenci hal yang lain.
Ia menganalogikannya dengan pilihan buah atau bahkan pilihan politik.
“Kalau lu suka A atau lu pilih A, lu nggak suka B dan lu nggak pilih B. Contoh, lu pilih A, lu pilih apel, lu suka apel, lu nggak suka pisang Bro. Lu pilih Ganjar, lu pilih Anies, lu nggak suka Prabowo Bro," jelasnya.
Padahal bagi Andovi, dua hal yang berbeda bisa sama-sama benar dalam waktu yang bersamaan atau yang ia sebut dengan "two things can be true at the same time."
Dalam konteks ini, seseorang bisa saja merasa tidak puas dengan kondisi pemerintahan saat ini, yang disimbolkan dengan pengibaran bendera Jolly Roger, namun di saat yang sama tetap mencintai Indonesia.
"Lu bisa mengibarkan bendera Jolly Roger One Piece Straw Hat ini karena lu merasa tidak puas dengan pemerintahan dan kondisi negara ini, tetapi lu tetap mencintai Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Andovi da Lopez Sebut Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Dibeking Orang Penting: Ini Jadi Tantangan
-
Andovi dan Kemal Palevi Kompak Keluhkan Aturan Larangan Makan dan Minum di Venue Pertunjukan
-
Muncul Usulan RUU Anti-Flexing, Andovi Minta Pejabat Utamakan Empati Bukan Takut UU
-
Bukan UU Anti-Flexing, Andovi da Lopez Sodorkan RUU Perampasan Aset untuk Sikat Pejabat Pamer Harta
-
Andovi da Lopez: Empati Pejabat Harusnya Tak Perlu 'Dipaksa' UU Anti Flexing
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini