Misi mereka bukan hanya sekadar pencarian fisik, tetapi juga perjalanan untuk mengatasi perbedaan latar belakang, ego, dan pandangan masing-masing.
Tentu saja itu narasi yang relevan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, terutama dalam menyambut momen bersejarah bangsa.
Meskipun ide ceritanya dianggap positif dan relevan, eksekusinya dinilai belum maksimal oleh sebagian warganet.
Baca juga: Demi Cinta, Vincent Verhaag Resmi Tinggalkan Kewarganegaraan...
Panen kritik
Kritik terutama datang dari aspek visual dan kualitas animasi yang ditampilkan dalam trailer.
Di tengah industri animasi lokal yang sedang menunjukkan geliat pertumbuhan pesat, ekspektasi penonton kini semakin tinggi.
Standar baru ini salah satunya ditetapkan oleh film Jumbo yang rilis beberapa waktu sebelumnya.
Kekecewaan ini terekam jelas dalam berbagai komentar di media sosial.
Baca Juga: 7 Fakta Viral Film Kartun Merah Putih One For All Banjir Dikritik, Kalah Jauh dari Jumbo?
Seorang pengguna platform X (sebelumnya Twitter) dengan lugas membandingkannya dengan karya sebelumnya, “Umm... Didn't we just had Jumbo few months ago?” tulisnya.
Komentar ini mewakili sentimen banyak penonton yang merasa ada penurunan kualitas jika dibandingkan dengan standar yang telah dicapai industri.
Perbandingan dengan Jumbo memang tak terhindarkan. Film arahan sutradara Ryan Adriandhy tersebut dianggap berhasil membawa angin segar dan menetapkan tolok ukur baru bagi animasi Indonesia.
Dengan dukungan lebih dari 400 kreator, Jumbo memukau dari segi visual yang halus dan penuh warna.
Tak hanya itu, Jumbo juga menyajikan cerita universal tentang persahabatan, keluarga, dan empati yang mampu menyentuh penonton dari segala usia.
Kesuksesan Jumbo menjadi bukti bahwa film animasi Indonesia mampu bersaing, baik dari segi teknis maupun kedalaman narasi, dan secara tidak langsung membentuk ekspektasi baru di benak penonton.
Fenomena ini menyoroti dinamika menarik dalam industri kreatif Tanah Air.
Pertumbuhan industri animasi Indonesia sendiri menunjukkan tren yang sangat positif.
Dalam kurun waktu 2015-2019 saja, industri ini tumbuh hingga 153 persen.
Dengan lebih dari 120 studio animasi yang tersebar di seluruh negeri per 2020, potensi Indonesia untuk menjadi pemain besar di pasar global semakin terbuka.
Banyak animator Indonesia bahkan telah sukses di kancah internasional, terlibat dalam proyek-proyek besar dunia.
Kritik terhadap Merah Putih One For All bisa jadi merupakan "efek samping" dari kemajuan ini, di mana audiens yang semakin teredukasi kini menuntut kualitas yang konsisten dari setiap karya yang dirilis.
Berita Terkait
-
7 Fakta Viral Film Kartun Merah Putih One For All Banjir Dikritik, Kalah Jauh dari Jumbo?
-
15 Rekomendasi Hadiah Lomba 17 Agustus Murah Rp20 Ribuan, Buat Anak-anak hingga Dewasa
-
Baru Trailer, Film Kartun Merah Putih One For All Diserbu Kritik: Kesannya Menuhi LPJ Aja!
-
Rayakan HUT RI ke-80, Lansia di Semarang Unjuk Kebolehan di Aneka Lomba
-
Mural One Piece Dilarang, Pemuda Karanganyar Balas Menohok dengan Gambar Tikus Berdasi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover