- Mad World memadukan techno gelap dan melodi yang mudah dinikmati dalam format Techno Crossover.
- Kolaborasi Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State menghasilkan lagu yang energik sekaligus reflektif.
- Setelah enam bulan produksi, Mad World kini menjadi andalan Hard Lights dalam Asia Tour 2026.
Suara.com - Panggung musik elektronik menyaksikan lahirnya sebuah karya lintas negara berjudul Mad World, kolaborasi produser asal Malaysia, Hard Lights dengan duo bersaudara asal Amerika Serikat, BEAUZ, dan produser asal Belanda, Solar State.
Mad World bukanlah lagu EDM biasa yang cuma mengejar drop keras. Track ini dirancang sebagai peak-time anthem yang matang secara komposisi.
Pendengar akan langsung disambut oleh percussion driving yang intens, sebuah ciri khas techno yang memberikan dorongan energi konstan.
Tetapi, yang membuat lagu ini unik adalah elemen melodi hipnotis yang disisipkan dengan cerdik. Bassline yang club-ready dipadukan dengan melodic lead yang mudah diingat, menciptakan jembatan antara kegelapan musik techno bawah tanah dengan aksesibilitas musik elektronik arus utama.
Peleburan berbagai elemen itu menghasilkan Techno Crossover, genre yang mampu merangkul penikmat musik di klub intim hingga panggung megah festival internasional.
Dalam keterangannya, Jumat, 16 Juni 2026, Hard Lights mengungkapkan bahwa Mad World melewati proses produksi yang cukup panjang, yakni sekitar enam bulan.
Meski Hard Lights dan BEAUZ telah berteman lama, tantangan kreatif tetap muncul, terutama ketika mereka mencoba menyatukan vokal dan songwriting awal dari Solar State.
"Kolaborasi terjadi secara natural karena saya sudah berteman lama dengan BEAUZ. Percikan kreatif muncul saat vokal dan songwriting awal dari Solar State masuk ke studio," ujar pria bernama lengkap Joshua Tan ini.
Menemukan drop yang tepat juga jadi tantangan utama dalam proses kreatif. Mereka bereksperimen memakai berbagai bunyi dan struktur sampai menemukan suara yang dianggap cocok mewakili DNA lagu.
Baca Juga: TAF Juara EMPC 2024: Produser Musik Elektronik Indonesia Siap Tembus Panggung Dunia
Secara tematik, Mad World memiliki kedalaman emosional yang jarang ditemukan di lagu-lagu dance pada umumnya. Lagu ini mengeksplorasi ruang gelap seperti kegelisahan, disorientasi, dan kekacauan.
Judulnya sendiri merupakan cerminan langsung dari kondisi masyarakat saat ini yang penuh kontradiksi, yakni kacau namun tetap memikat.
Desain sampul lagu ini pun dirancang untuk mencerminkan pesan tersebut. Hard Lights ingin pendengar tidak hanya menggerakkan tubuh di lantai dansa, tetapi juga memiliki ruang untuk berpikir.
"Ini bisa jadi relevan terhadap apa yang terjadi di masyarakat sekarang. Aku mau bikin track yang energinya tetap bisa dibawa ke dancefloor, tapi di dalamnya ada ruang untuk mikir. Semoga pendengar bisa merasakan dua sisi itu sekaligus," ujar Joshua.
Mad World telah menjadi senjata utama Hard Lights dalam rangkaian Asia Tour 2026. Setelah memulai perjalanannya di Taipei, Hard Lights akan membawa energi Techno Crossover ini ke Jakarta dan Bali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dan Kuala Lumpur.
Kini, Mad World sudah tersedia di semua platform streaming musik digital.
Tag
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya
-
Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah
-
Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya
-
Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!