Entertainment / Gosip
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:56 WIB
Andovi da Lopez di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (5/6/2024) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Suara.com - Youtuber Andovi da Lopez kembali membuat gebrakan melalui unggahan video di akun Instagram-nya, kali ini dengan sindiran menohok yang ditujukan kepada para pemimpin di Indonesia.

Polemik pengibaran bendera "One Piece" menjadi pintu masuk bagi pria yang akrab disapa Dovi ini untuk menyampaikan kritik sosial yang lebih dalam.

Dalam video yang diunggah pada Kamis, 7 Agustus 2025, Andovi tidak hanya membela haknya untuk berekspresi, tetapi juga menyoroti ironi antara nasihat masa kecil dengan realitas kepemimpinan di Tanah Air.

Ia mengingatkan kembali sebuah pesan luhur yang kerap ditanamkan kepada anak-anak Indonesia sejak dini.

Pesan tersebut adalah tentang pentingnya membaca buku untuk menjadi pribadi yang hebat dan seorang pemimpin di masa depan.

Andovi da Lopez saat menjadi pembicara di acara Let Your True Colours Shine: Leadership Series di Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (13/2/2025). [YouTube]

"Masih ingat nggak guys, dari kecil kita diajarkan kalau kalian mau jadi orang yang hebat, kalau kalian mau jadi pemimpin, rajinlah baca BUKU," ucap Andovi dengan penuh penekanan.

Namun, setelah membangkitkan nostalgia akan nasihat tersebut, sang kreator konten langsung menyandingkannya dengan kenyataan pahit yang ia amati.

Ia secara satire menyebut bahwa untuk menjadi seorang pemimpin di negeri ini, anjuran untuk rajin membaca buku tersebut seakan tidak berlaku.

"Buktinya di negara ini, lu nggak usah harus rajin dan suka baca buku untuk menjadi pemimpin," sindirnya.

Baca Juga: Dituding Tak Nasionalis Buntut Bendera One Piece, Andovi da Lopez: Itu Kesesatan Berpikir

Pernyataan tersebut menjadi puncak dari argumentasinya tentang "dua hal yang bisa benar di waktu yang bersamaan" atau two things can be true at the same time.

Ia seolah ingin menunjukkan bahwa cita-cita luhur yang diajarkan bisa sangat bertolak belakang dengan praktik yang terjadi di level elite.

Andovi da Lopez. (Instagram)

Meskipun kritiknya tajam, Andovi menegaskan bahwa tindakannya bukanlah bentuk pembangkangan tanpa dasar, melainkan ekspresi yang tetap menjunjung etika.

Termasuk salah satunya, terkait tata cara pengibaran bendera One Piece yang jadi simbol protes terhadap rentetan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

"Tentu ada aturan kalau kalian mau mengibarkan Joy Roger One Piece ini, ada etikanya. Nggak boleh di atas Sang Saka Merah Putih. Bendera Merah Putih nggak boleh dilecehkan dalam bentuk apa pun. Yes, ada etikanya," tutupnya.

Load More