Satu lagi film lokal yang layak mendapat sorotan adalah Ketika Hantu Yatim Piatu.
Film satu ini merupakan film yang mengandalkan cerita dan aktor lokal berbakat dari Bangka Belitung.
Dilihat dari judulnya saja sudah terbayang kalau cerita yang diangkat dari film Ketika Hantu Yatim Piatu memiliki cerita yang unik dan segar.
Menariknya lagi ternyata film horor berbalut komedi ini masuk dalam kategori film anak.
Fakta itu tentu saja semakin membuat film Ketika Hantu Yatim Piatu semakin menarik dan patut diperhitungkan.
Diproduksi oleh Afici Entertainment, Ketika Hantu Yatim Piatu menjadi angin segar bagi industri perfilman Indonesia.
Terutama karena kuatnya unsur lokal yang coba diangkat, belum lagi dengan ide cerita yang menyentuh dengan bumbu horor dan komedi.
Biar nggak makin penasaran, simak dulu ulasan sinopsis Ketika Hantu Yatim Piatu.
1. Sinopsis Film Ketika Hantu Yatim Piatu
Baca Juga: Yang Penting Rilis, Mentalitas di Balik Produksi Animasi Lokal
Film Ketika Hantu Yatim Piatu berkisah tentang seorang anak laki-laki yang kabur dari rumah dan mengalami kecelakaan hingga kehilangan ingatannya.
Anak itu kemudian dibawa ke panti asuhan, tapi ternyata di sana dia malah malah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.
Di panti asuhan itu pula dia bertemu dengan hantu anak anak yatim piatu yang kesepian, tak disangka pertemuan itu menjadi awal mula persahabatan antara anak manusia dan hantu.
Meski merupakan jalinan persahabatan yang tak biasa tapi dari hubungan itu muncul nilai kasih sayang, kehilangan, hingga kerinduan terhadap keluarga.
Ketika Hantu Yatim Piatu juga memiliki pesan kuat tentang pentingnya menghargai kehadiran orang tua dan bentuk cinta mereka meski terkadang tidak bisa dengan mudah dimengerti
Kisah yang emosional ini dikemas apik dengan balutan fantasi yang ramah untuk anak-anak mengingat cerita utamanya juga tentang anak.
2. Daftar Pemain Ketika Hantu Yatim Piatu
Suara.com - Seperti disebutkan sebelumnya, film Ketika Hantu Yatim Piatu merupakan film lokal yang dibuat oleh sineas Bangka Belitung.
Sehingga para pemainnya pun berasal dari talenta lokal Bangka Belitung khususnya untuk pemeran karakter anak.
Bagus Aidil sebagai Nata
Syamil Abdurrahman sebagai Tara
Vionzy Alkadipra sebagai Kiki
Mifdzal Alfarizki sebagai Obin
Hanif Junior sebagai Bobi
Arya Wira Raja sebagai Jeno
Melanie sebagai Yaya
Aulia Ono sebagai Uya
Juni Irsandi sebagai Lubis
Inung Hartati sebagai Dora
3. Detail Produksi Ketika Hantu Yatim Piatu
Film Ketika Hantu Yatim Piatu merupakan karya kedua dari rumah produksi Avisi Entertainment.
Sebagai film kedua, Ketika Hantu Yatim Piatu juga menjadi langkah besar dalam upaya mengembangkan dan membawa perfilman lokal Bangka Belitung ke kancah nasional atau bahkan hingga internasional.
Semua kru dan pemeran yang terlibat dalam proses produksi film Ketika Hantu Yatim Piatu berasal dari Bangka Belitung.
Hal ini menjadi kekuatan utama dalam film Ketika Hantu Yatim Piatu karena benar-benar mengeksplorasi unsur lokalitas.
Visual khas Bangka Belitung juga sangat ditonjolkan mengingat semua pengambilan gambar dilakukan di sana.
4. Jadwal Tayang Ketika Hantu Yatim Piatu
Salah satu hal yang tak kalah menarik dari film Ketika Hantu Yatim Piatu adalah konsep yang diusung.
Ya, film ini mengusung konsep fiksi supranatural dengan bumbu emosional namun tetap ramah untuk ditonton anak-anak.
Perpaduan nilai moral, dengan alur cerita yang segar dan budaya lokal yang kental telah membuat film ini menarik perhatian.
Tak heran jika banyak yang berharap film karya anak bangsa ini akan mampu menjangkau penonton yang lebih luas.
Sehingga semakin banyak kesempatan bagi film lokal untuk berkembang salah satunya dengan tayang di bioskop nasional dan saluran TV dari negara tetangga seperti Astro Malaysia.
Sayangnya untuk sementara, Ketika Hantu Yatim Piatu tayang secara terbatas di bioskop beberapa kota saja mulai 7 Agustus 2025.
Semoga semakin banyak film-film lokal yang berkualitas dan patut diperhitungkan sehingga banyak talenta muda yang bisa berkembang. Bagaimana menurutmu?
Kontributor : Safitri Yulikhah
Berita Terkait
-
Siapa Suntik Dana Rp 6,7 Miliar Film Merah Putih One For All, Benarkah 'Sosok' Ini?
-
Guncang Panggung Cherrypop 2025, Barasuara Salurkan Euforia Film Sore
-
Dracin Ngetrend di Indonesia, MyTelkomsel Rilis 4 Judul Sinema Vertikal Dibintangi Cinta Brian
-
Perfiki Kreasindo Punya Siapa? Rumah Produksi 'Merah Putih One For All' yang Jadi Sorotan
-
Habiskan Biaya Rp 6 Miliar? Produksi Kilat 2 Bulan Film Merah Putih One For All Tuai Cibiran
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Fuji Ngumpet Ambil Vape di Marapthon Reza Arap, Banyak yang Menebak-nebak Alasannya
-
Tubuh Lebam-Lebam Saat Syuting Aku Harus Mati, Amara Sophie Curiga 'Ketempelan'
-
Adhisty Zara Cabut dari Sinetron, Sentilan Amanda Manopo Soal Alur 'Ngawur' Viral Lagi
-
Pesugihan Memang Nyata! Kisah Horor 'Aku Harus Mati' Bongkar Teror di Panti Asuhan
-
Sinopsis Film Korea A Melody To Remember, saat Musik dapat Menyembuhkan Luka
-
Ibu Anji Meninggal Dunia Malam Ini
-
Masa Hiatus Berakhir, Seringai Lempar Lagu Baru dengan 2 Gitaris Anyar
-
Angkat Kisah Cinta Sesama Jenis, 5 Alasan Bridgerton Season 5 di Netflix Tuai Kontroversi
-
Dokumenter Terbaru Red Hot Chili Peppers di Netflix: Surat Cinta untuk Gitaris Pertama
-
Pengabdi Setan 2: Communion, Teror Mencekam di Rusun Tua, Malam Ini di Trans 7