Suara.com - Sebuah pertanyaan besar kini menggema di kalangan pencinta film nasional yakni berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi film animasi "Merah Putih One for All"?
Jawabannya mungkin lebih mengejutkan daripada yang Anda bayangkan dan menjadi kunci mengapa film ini menuai perdebatan sengit bahkan sebelum resmi dirilis.
Di tengah industri yang menuntut kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi, film yang dipersiapkan untuk menyambut HUT ke-80 RI ini mengambil jalur yang tidak biasa.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proses produksinya dimulai sekitar Juni 2025 dan dirampungkan dengan sangat cepat, yakni hanya dalam kurun waktu dua bulan.
Angka ini sontak menjadi pusat perhatian ketika disandingkan dengan standar industri animasi, baik global maupun lokal.
Sebagai perbandingan, studio raksasa sekelas Pixar Animation Studios butuh waktu rata-rata delapan tahun untuk melahirkan satu film panjang.
Bahkan untuk proyek serial yang lebih ringkas, mereka harus bekerja "hampir mustahil" untuk menyelesaikannya dalam empat tahun.
Di Jepang, Studio Ghibli di bawah arahan Hayao Miyazaki bisa menghabiskan delapan hingga tiga belas tahun, mendedikasikan waktu untuk kesempurnaan animasi gambar tangan yang menjadi ciri khas mereka.
Di dalam negeri pun, proyek animasi ambisius telah menetapkan standar tinggi. Film "Jumbo" garapan Visinema, misalnya, melalui proses pengembangan dan produksi yang memakan waktu kurang lebih lima tahun, didukung oleh investasi fantastis yang diperkirakan mencapai Rp 52 miliar.
Baca Juga: Yang Penting Rilis, Mentalitas di Balik Produksi Animasi Lokal
Dengan latar belakang ini, keputusan untuk memproduksi "Merah Putih: One for All" hanya dalam dua bulan menjadi sebuah pertaruhan besar.
Hasilnya? Trailer yang telah dirilis ke publik seolah menjadi jawaban atas kualitas yang bisa diharapkan dari proses secepat kilat.
Kritik tajam langsung menghujani kolom-kolom komentar di media sosial.
Banyak yang menyoroti kualitas animasi yang terasa kaku, gerakan yang tidak natural, dan visual keseluruhan yang dianggap kurang polesan.
Cibiran ini tak terhindarkan, membandingkan hasilnya dengan proyek-proyek lain yang jelas memakan waktu dan proses yang jauh lebih matang.
Fakta produksi dua bulan ini akhirnya membuka tabir perdebatan yang lebih dalam: apakah semangat nasionalisme dan momentum perilisan bisa menjadi pembenaran untuk mengesampingkan kualitas?
Tag
Berita Terkait
-
Yang Penting Rilis, Mentalitas di Balik Produksi Animasi Lokal
-
Perfiki Kreasindo BUMN atau Bukan? Fakta di Balik Rumah Produksi 'Merah Putih One For All'
-
Janggal Lagi! Background Visual Film Merah Putih One For All Ternyata Template
-
Dikuliti Netizen, Karakter Animasi Merah Putih One For All Menjiplak Karya Orang Lain
-
Deretan Fakta Janggal tentang Film Animasi Merah Putih One for All Diungkap Netizen, Apa Saja?
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!