Suara.com - Bola panas polemik royalti musik kembali bergulir. Kali ini, Ahmad Dhani menyuarakan dukungannya secara terang-terangan terhadap rencana pemerintah untuk merevisi Undang-Undang (UU) Hak Cipta.
Pentolan Dewa 19 itu menyoroti fenomena kafe senyap, di mana banyak pengusaha memilih mematikan musik Indonesia untuk menghindari aturan royalti yang dianggap mencekik.
Melalui akun Instagram-nya, Ahmad Dhani mengunggah sebuah gambar berisi kutipan pernyataan Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan.
"Senyap di negeri musik. Kafe-kafe Indonesia kompak matikan lagu, Wamenkopolhukam teriak 'Revisi UU Hak Cipta Sekarang!'," demikian bunyi tulisan dalam unggahan tersebut.
Tidak berhenti di situ, Dhani mempertegas posisinya dalam keterangan foto.
Suami Mulan Jameela ini secara lugas mendukung penuh langkah pemerintah dan menyerukan pembatalan peraturan turunan yang menjadi biang keladi masalah.
"Betul pak. Harus segera direvisi dan batalkan PP56," tulis Ahmad Dhani, merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.
Dukungan Ahmad Dhani ini menjadi corong bagi jeritan para pengusaha kecil dan musisi kafe yang terdampak langsung.
Kolom komentarnya sontak dibanjiri curahan hati warganet. Banyak yang mengungkapkan bagaimana regulasi ini memaksa mereka mengambil langkah drastis.
Baca Juga: Aturan Menteri Hukum soal Royalti Dibayar ke LMKN Didukung Once Mekel, Distribusinya Sudah Beres?
"Saya buka kafe, semenjak ada istilah royalti, saya putar lagu luar negeri," tulis seorang pemilik kafe.
Ada pula yang menemukan celah kreatif untuk bertahan.
"Saya buka kafe live music, ada bandnya, masih aman kok bawain lagu Sepultura, Cannibal Corpse, Napalm Death dsb. Asal jangan pop band Indonesia aja aman koq, alhamdulillah masih ramai malah," kata warganet lain.
warganet lain, menunjukkan ironi di mana musik metal luar negeri dianggap lebih "aman" ketimbang pop Indonesia.
"Dampaknya ke musisi kafe bang. Kasihan banyak yang nganggur sekarang karena reguler cafe stop," imbuh seorang warganet mengeluh.
Pemerintah sendiri melalui Otto Hasibuan mengakui bahwa revisi UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta memang mendesak.
Otto menilai UU tersebut masih memiliki banyak celah, terutama soal ketidakjelasan pemungutan royalti dan ancaman pidana yang ambigu.
Menurutnya, aturan yang tidak pasti ini merugikan dan berpotensi menciptakan kekacauan di lapangan.
Salah satu masalah utama yang disoroti Otto Hasibuan adalah praktik pemungutan ganda, di mana selain Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), terkadang para pencipta lagu secara individu juga ikut menagih royalti.
Situasi inilah yang menciptakan ketidakpastian hukum dan membebani para pengguna karya musik.
Oleh karena itu, seruan revisi dari pemerintah dan dukungan dari figur seperti Ahmad Dhani menjadi sinyal kuat bahwa perubahan besar dalam ekosistem musik Indonesia mungkin akan segera terjadi.
Tag
Berita Terkait
-
Kisruh Royalti Musik Makin Panas, Ahmad Dhani Sebut Ada Label di Balik LMKN
-
Dituding Malak, Ahmad Dhani Sebut Once Mekel Tak Paham Konsep Royalti
-
Mita The Virgin Bebaskan Lagunya Diputar di Kafe dan Restoran, Sebut Sebagai Ajang Promosi
-
RESMI: Ahmad Dhani Bagikan Link Agar Kafe & Resto Bisa Putar Lagu Dewa 19 Gratis
-
Ahmad Dhani Semprot WAMI: Tajam ke Kafe dan Resto, Tumpul ke Penyanyi Kaya Raya
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Umumkan Sekuel, Ini Sinopsis Pelangi di Mars Film Sci-Fi Indonesia Pertama dengan Teknologi XR
-
Jadi Juri, Ardhito Pramono Ungkap Kriteria Icon Sejati di Audisi The Icon Indonesia
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah
-
Dianggap Pilih Kasih, Geni Faruk Tanggapi Panggilan Cucu Kesayangan untuk Anak Thariq Halilintar
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Menembus Batas Thriller, Film Lift Sajikan Aksi Silat Lidah hingga Ambisi Penguasa
-
Bibit Unggul! Pesona Baby Kaia Anak Steffi Zamora, Mata Cantiknya Curi Perhatian
-
Lagi-Lagi Petinju, Jule Diduga Pacaran dengan Mantan Jennifer Coppen dan Dinda Kirana
-
Beberkan Alasan Mau Podcast Bareng Bigmo yang Anak Koruptor, Ferry Irwandi Tuai Kritikan Pedas