Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membuat publik masih penasaran dengan tanggapannya mengenai pengibaran bendera One Piece yang disebut oleh beberapa pejabat negara sebagai aksi makar atau menentang pemerintah.
Ternyata Prabowo pernah ngobrol tentang One Piece dengan seorang konten kreator Bayu Skak.
Dalam video yang dibagikan akun Skak Studio, Bayu menanyakan apakah Presiden Prabowo tahu tentang animasi One Piece yang punya banyak penggemarnya di Indonesia.
"Bapak tahu One Piece nggak?" tanya Bayu Skak.
Prabowo ternyata kebingungan dan tak tahu tentang animasi buatan Jepang satu ini.
"One Piece?" ucap Prabowo dengan wajah bingung.
Pria 73 tahun ini menjelaskan dirinya tak begitu tahu dan tak mengikuti tentang animasi ini.
"Jadi nggak terlalu mengikuti itu," tambahnya.
Hingga akhirnya Bayu Skak yang menjelaskan tentang animasi One Piece yang menurutnya spektakuler.
Baca Juga: Netflix Umumkan One Piece Season 3, Ini Bocorannya
Namun bukan jalan ceritanya melainkan ide kreatif, proses produksi hingga pengaruhnya ke penonton.
"One Piece ini spektakuler Pak. Jadi One Piece adalah sebuah karya kreatif yang berasal dari Jepang," ucapnya menjelaskan di awal.
Baru dalam obrolan itu, Bayu menjelaskan tentang betapa hebatnya anime Jepang termasuk One Piece bisa menjajah dalam bahasa kasarnya ke penjuru dunia.
Penjajahan ini dalam bentuk budaya karena dari anime tersebut banyak generasi muda yang jadi terbawa budaya Jepang seperti suka kuliner hingga bahasanya.
Bayu juga berharap pemerintah bisa mendukung kemampuan anak bangsa agar bisa seperti Jepang.
Dukungannya pun harus nyata yakni berupa dana segar untuk bisa produksi anime-anime yang berkualitas.
Namun video tak sampai menunjukkan reaksi Prabowo menanggapi saran dari Bayu Skak.
Apalagi video ini juga bukan video baru karena saat itu Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Entah apa maksud Bayu mengunggah video ini dengan caption seperti ini.
"Lagi rame-ramenya bendera One Piece," tulis akun Skak Studios.
Terlepas ini video lama dan tidak menyinggung tentang pengibaran bendera One Piece yang kontroversial ini, beberapa netizen malah jadi memperdebatkan ekspresi wajah hingga gestur Prabowo saat diajak berbincang dengan Bayu Skak.
Ada komentar positif, namun juga banyak yang memberi penilaian nagatif.
"Prabowo menyimak dengan seksama. Semoga ide kreatif e sampean masuk dan dijalankan," tulis netizen.
"Pak Prabowo keliatan cukup terbuka ya. melihat video ini menurut saya sebaiknya pak Prabowo lebih sering diajak diskusi terbuka atau pembicaraan seperti di video ini." nilai netizen lain.
"Keliatan dari ekspresinya kalau pak Prabowo sangat excited mendengar cerita mas bayu skak," komentar netizen lain.
"Gestur Pak Prabowo gak pengen dengerin. Udah ga niat berdiskusi ama nakama," celetuk lainnya.
Ada juga yang menyanjung Bayu Skak karena obrolannya ringan namun berkualitas.
"Obrolannya berat banget Mas Bayu, analisa dan wawasannya obrolannya keren," kata netizen lainnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto disebutkan tak masalah dengan pengibaran bendera One Piece yang dilakukan rakyatnya.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi.
Bagi Prabowo menilai kalau pengibaran bendera One Piece hanya sekadar sebagai bentuk ekspresi sehingga tak masalah.
Selama bendera Merah Putih tak digantikan dengan bendera atau simbol apapun.
Pernyataan pihak pemerintah ini sejalan dengan Deddy Corbuzier yang sempat membahas ini sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan RI.
Menurutnya juga tak masalah dengan pengibaran bendera One Piece selama tidak dikibarkan lebih tinggi dan lebih besar dari sang Merah Putih.
Pernyataan Deddy ini ternyata sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Bendera negara wajib dihormati dan tidak boleh digunakan sembarangan, direndahkan, dan disandingkan dengan bendera lain secara tidak pantas.
Merah Putih wajib dikibarkan lebih tinggi dan dalam ukuran yang lebih besar.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Kunto Aji 'Senggol' Klaim Prestasi Prabowo, Ini Yang Terjadi
-
Amnesty Sebut 'Api Pati' Bisa Menjalar ke Papua dan Sulawesi Jika Menteri Prabowo Masih Sombong
-
Bocoran dari Istana! Mensesneg Lempar Kode Jumlah Penerima Bintang Jasa dari Prabowo: 80 Orang?
-
Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 600 Meter di Bogor
-
Rahasia Pakaian Adat Prabowo di HUT RI ke-80: Provinsi Mana yang Dipilih?
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Stranger Things: The First Shadow Bakal Dibuat Versi Film
-
Knetz Sindir Fans Asia Tenggara Kecoa, SEAblings Balas Pakai Bukti Duet Feby Putri dan LOCO
-
Tak Takut Film Action Gagal, Nico Rosto Siapkan Ramuan Khusus untuk Film Jangan Seperti Bapak
-
Bangun Ekosistem Olahraga, Rezky Aditya dan Dimas Seto Resmikan Monarch Padel di 5 Lokasi
-
Sinopsis Love O'Clock, Kisah Romantis Pertukaran Jiwa Shin Hae Sun dan Na In Woo
-
Ini Alasan dr Tirta Terus Tekan Mohan Hazian Tanpa Ampun hingga Akhirnya Mengaku
-
Anak Bakar Ibu Kandung Karena Tak Diberi Rp39 Juta buat Bayar Utang
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Review Film Jangan Seperti Bapak: Drama Keluarga Berbalut Laga yang Sarat Pesan, Meski Ada Catatan
-
L.A Confidential: Skandal Korup di Balik Gemerlap Hollywood 1950-an, Malam Ini di Trans TV