Suara.com - Trans TV pukul 21.00 WIB malam ini akan menampilkan film komedi menghibur yang dibintangi Dwayne Johnson dan Kevin Hart. Dirilis 2016, film yang disutradarai Rawson Marshall Thurber ini juga mengusung tema perundungan.
Jauh sebelum kembali berpasangan dalam franchise Jumanji yang sukses, Dwayne "The Rock" Johnson dan Kevin Hart pertama kali menunjukkan chemistry komedi mereka yang luar biasa dalam film aksi-komedi berjudul Central Intelligence.
Disutradarai oleh Rawson Marshall Thurber, yang juga dikenal lewat Dodgeball: A True Underdog Story, film ini menyajikan formula buddy cop dengan sentuhan nostalgia reuni SMA dan pesan anti-perundungan yang dibalut dalam adegan-adegan lucu dan menegangkan.
Kisah Central Intelligence dimulai pada tahun 1996 di sebuah sekolah menengah.
Calvin Joyner (Kevin Hart) adalah bintang sekolah, atlet populer yang dijuluki "The Golden Jet" dan diprediksi memiliki masa depan paling cerah.
Di sisi lain spektrum sosial ada Robbie Weirdicht (Dwayne Johnson), seorang siswa obesitas yang menjadi sasaran empuk perundungan tanpa henti.
Puncak dari penderitaannya terjadi saat sekelompok perundung melemparkannya dalam keadaan telanjang ke tengah-tengah aula sekolah yang sedang ramai.
Di tengah tawa seluruh sekolah, hanya Calvin yang menunjukkan kebaikan hati dengan memberikan jaketnya untuk menutupi Robbie.
Dua dekade kemudian, kehidupan berbalik 180 derajat. Calvin, sang "Most Likely to Succeed," ternyata berakhir sebagai seorang akuntan forensik yang merasa hidupnya biasa-biasa saja dan merindukan masa kejayaannya di SMA.
Baca Juga: Menikmati Lagi Film The Terminal yang Dibintangi Tom Hanks, Tengah Tayang di Netflix
Menjelang reuni 20 tahun, ia secara tak terduga dihubungi oleh Robbie, yang kini menggunakan nama Bob Stone.
Calvin terkejut melihat transformasi drastis teman sekolahnya itu; dari seorang remaja yang kelebihan berat badan menjadi seorang pria berotot kekar layaknya sampul majalah.
Bob Stone, yang diperankan dengan sangat menawan oleh Dwayne Johnson, adalah karakter yang unik.
Di balik fisiknya yang sangar, ia tetaplah Robbie yang canggung secara sosial, lengkap dengan tas pinggang, kegemaran pada unicorn, dan obsesi terhadap film Sixteen Candles.
Pertemuan ramah mereka dengan cepat berubah menjadi kekacauan ketika Bob mengungkapkan bahwa ia adalah seorang agen CIA yang sedang dalam pelarian.
Ia dituduh sebagai agen ganda yang berbahaya oleh agensinya sendiri, yang dipimpin oleh Agen Pamela Harris (Amy Ryan).
Bob bersikeras bahwa ia sedang berusaha menghentikan seorang teroris yang dikenal sebagai "Black Badger" dari menjual kode satelit rahasia.
Dengan keahlian akuntansi Calvin, Bob menyeretnya ke dalam dunia spionase internasional yang penuh dengan baku tembak, pengkhianatan, dan kejar-kejaran mobil.
Kekuatan utama Central Intelligence tidak terletak pada plot spionasenya yang, menurut beberapa kritikus, terasa formulaik dan terkadang tidak masuk akal.
Sebaliknya, film ini bersinar terang berkat interaksi antara kedua bintang utamanya.
Situs ulasan film Roger Ebert mendeskripsikan Hart dan Johnson sebagai "duo komedi klasik dalam tradisi Abbott & Costello, Bob Hope & Bing Crosby dan Gene Wilder & Richard Pryor".
Chemistry mereka yang natural membuat setiap adegan menjadi hidup.
Johnson berhasil memerankan raksasa yang lembut hati, seorang "pria yang menyemangati temannya untuk menjadi pahlawan dalam ceritanya sendiri karena itu berhasil untuk Bob".
Di sisi lain, Hart sempurna sebagai straight man yang panik, bereaksi terhadap situasi gila dengan cara yang bisa dirasakan oleh penonton.
Salah satu aspek yang sering dipuji dari film ini adalah pembalikan peran yang diharapkan dari kedua aktor.
UPROXX mencatat, "Apa yang membuatnya istimewa di film adalah bahwa dia lebih dari bersedia untuk mencoba apa pun, dan dia menyerahkan dirinya kepada pembuat film dengan cara yang sepenuhnya percaya".
Johnson, yang biasanya memerankan karakter pahlawan aksi yang tangguh, di sini menunjukkan sisi komedinya yang lebih lembut dan aneh.
Sementara itu, Hart, yang seringkali menjadi sumber energi komedi yang liar, di sini lebih terkendali, memerankan orang biasa yang terjebak dalam situasi luar biasa.
Meskipun plotnya mungkin terasa ringan, Central Intelligence juga menyentuh tema yang lebih dalam tentang dampak jangka panjang dari perundungan.
Karakter Bob Stone adalah studi kasus tentang bagaimana trauma masa lalu dapat terus membentuk seseorang, bahkan setelah transformasi fisik yang luar biasa.
Film ini berhasil menyeimbangkan momen-momen komedi, seperti adegan di kantor terapis pernikahan yang dinilai "sangat lucu", dengan pesan tulus tentang menerima diri sendiri dan menghadapi para perundung.
Pada akhirnya, Central Intelligence adalah sebuah pengalaman sinematik yang menyenangkan dan menghibur.
Seperti yang ditulis oleh The Guardian, film ini "adalah sebuah perjalanan yang menghibur, terutama dengan dua pemeran utamanya".
Dengan perpaduan humor, aksi, dan hati, film ini membuktikan bahwa "yang Anda butuhkan hanyalah sedikit Hart dan Johnson yang besar".
Kritikus setuju bahwa meskipun naskahnya mungkin memiliki kekurangan, "chemistry yang tak tertahankan" antara Johnson dan Hart membuatnya layak untuk ditonton.
Tag
Berita Terkait
-
Menikmati Lagi Film The Terminal yang Dibintangi Tom Hanks, Tengah Tayang di Netflix
-
Dari Kasir Jujur Jadi Penipu Ulung: Sinopsis Lucky Baskhar yang Wajib Kamu Tonton di Netflix
-
Sinopsis Elysium: Ketika Surga Hanya untuk Orang Kaya, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan, Nobody 2 Keren Banget!
-
Gemerlap War 2: Duel Epik Hrithik Roshan vs Jr. NTR Dimulai, Penonton Dibuat Terpukau
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Nyanyikan Lagu Nasional, Shanna Shannon Beri Semangat untuk Pejuang Kanker di Laga Cepak Bola 2026
-
Konflik dengan Ibu Jalan Dua Tahun, Ratu Sofya Mulai Kelelahan
-
Adili Idola Edisi Pertama Tayang di Netflix: Ketika Fedi Nuril Dihajar Roasters Habis-habisan
-
Bukan Adegan Seks, Ratu Sofya Tolak Promosi Film karena Haknya Belum Dipenuhi
-
Ratu Sofya Bantah Somasi Ibunya Sendiri, Kronologi yang Dijelaskan di Luar Dugaan
-
Hera eks ART Diduga Bagikan Foto Anak-Anak Erin Taulany di FB Pro, Biar Dapat Cuan
-
Viral Istri Rutin Suntik KB Padahal Suami Pulang Setahun Sekali, Komentar Liar Bermunculan
-
Pengacara Klaim Rekaman CCTV Perlihatkan Tangan Erin Taulany Ditarik Paksa Hera eks ART
-
BURN: Trance Metal Karya Isyana Sarasvati Dobrak Arus Utama
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri