- Rusdamdiansyah alias Dandi, seorang pengemudi ojek online di Makassar, meninggal dunia usai dikeroyok massa yang salah mengira dirinya sebagai intel saat unjuk rasa.
- Rieke Diah Pitaloka menegaskan pentingnya pengesahan Perpres Perlindungan Pekerja Platform dan menuntut hak-hak korban dipenuhi oleh aplikator dan BPJS.
- Kematian Dandi menambah daftar korban jiwa dari kalangan pekerja lapangan, setelah sebelumnya Affan Kurniawan tewas akibat aksi represif aparat.
Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti komunitas pengemudi ojek online (ojol) di Tanah Air.
Seorang pengemudi ojol di Makassar bernama Rusdamdiansyah alias Dandi (25) meninggal dunia setelah dikeroyok massa.
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada Jumat malam, 29 Agustus 2025.
Korban mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 30 Agustus 2025, setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Informasi mengenai meninggalnya Dandi salah satunya dibagikan oleh politisi sekaligus aktivis, Rieke Diah Pitaloka, melalui akun Instagram resminya.
Dalam unggahannya, Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) itu menyuarakan keprihatinannya atas jatuhnya korban dari kalangan pekerja platform.
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat jalan sahabat perjuangan driver ojol Makassar, Rusdamdiansyah alias Dandi (25)," tulis Rieke Diah Pitaloka dalam unggahannya, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Dandi tewas karena dikeroyok massa yang salah mengiranya sebagai seorang intel saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Rieke menyoroti perjuangan hidup almarhum yang telah menjadi mitra pengemudi selama lebih dari tujuh tahun dan merupakan tulang punggung bagi keluarganya.
Baca Juga: Demo 28 Agustus 2025 Karena Apa? Ini 10 Tuntutan Buruh Sebelum Menelan Korban Jiwa
"Pejuang keluarga, kawan yang setia dan pejuang payung hukum bagi ojol yang selama ini tidak jelas hak-haknya sebagai pekerja, termasuk tidak punya jaminan sosial," lanjutnya.
Melalui peristiwa ini, Rieke kembali menegaskan pentingnya pengesahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Perlindungan Pekerja Platform untuk memberikan kepastian hukum dan jaminan sosial bagi para pekerja seperti Dandi.
Ia juga menyerukan kepada pihak aplikator dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memenuhi hak-hak yang seharusnya diterima oleh almarhum dan keluarganya.
"Mohon @grabid dan @bpjs.ketenagakerjaan penuhi hak-hak almarhum dan keluarganya," pungkas Rieke dalam seruannya.
Sebelumnya, ada mendiang Affan Kurniawan yang tewas usai ditabrak rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Kematian Affan memicu kemarahan publik, yang menuntut sanksi tegas terhadap aksi brutal aparat dalam pengamanan aksi.
Berita Terkait
-
Tak Pernah Banyak Tuntutan, Ayah Affan Kurniawan Ungkap Momen Terakhir dengan Sang Putra
-
Benteng DPR Jebol Dini Hari! Hujan Petasan Balas Imbauan Damai Polisi
-
Malam Horor di Kwitang: Bentrokan Pecah, Lampu Dipadamkan, Massa Kocar-kacir
-
Kronologi Mencekam Penyerbuan Rumah Uya Kuya: Menit per Menit Pagar Dijebol Hingga Harta Dijarah
-
Jarah Rumah Uya Kuya, Massa Angkut TV, Dispenser hingga Kucing Puluhan Juta
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam