- Tunjangan fantastis DPR memicu kemarahan dan aksi penjarahan rakyat.
- Rieke Diah Pitaloka tidak keberatan semua tunjangannya untuk dewan dihapus.
- Pernyataan Rieke kontras dengan kemarahan publik pada kemewahan anggota DPR.
Suara.com - Polemik tunjangan fantastis anggota DPR RI terus jadi sorotan publik. Mulai dari tunjangan rumah yang mencapai puluhan juta rupiah, tunjangan komunikasi, hingga fasilitas beras bulanan, semua memicu kemarahan rakyat.
Isu itu semakin memanas usai gelombang demonstrasi di depan Gedung DPR hingga aksi penjarahan rumah sejumlah anggota dewan.
Rakyat menilai tunjangan superbesar tersebut tidak pantas diterima wakil rakyat di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit.
Namun di tengah kritik pedas, anggota DPR sekaligus aktris, Rieke Diah Pitaloka, justru menyampaikan sikap berbeda.
Dia menegaskan tidak keberatan bila seluruh tunjangan untuk anggota dewan dihapus.
"Silakan kalau mau dihapus semua tunjangan. Kalau saya enggak masalah," kata Rieke Diah Pitaloka dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @lambehofficial pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Rieke juga menekankan bahwa keputusannya menjadi anggota DPR merupakan pilihan sadar, bukan karena tergiur fasilitas ataupun uang rakyat.
"Karena, menjadi wakil rakyat itu pilihan sadar saya, saya mau masuk DPR," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menolak dianggap menikmati tunjangan secara berlebihan. Rieke menyebut dirinya bukan bagian dari anggota dewan yang kerap dipersepsikan boros atau gemar bagi-bagi uang untuk kepentingan politik.
Baca Juga: Makassar Membara: Kematian Ojol Picu Amarah Rakyat, Elit Kabur ke Luar Negeri!
"Iya, saya bukan raja sawer. Saya anti, silakan boleh dicek," tegasnya lagi.
Pernyataan Rieke ini kontras dengan sorotan publik yang marah terhadap DPR sebagai institusi. Di satu sisi rakyat merasa terhimpit, sementara di sisi lain wakil rakyat menerima tunjangan yang nilainya fantastis.
Di sisi lain, rekan sesama anggota dewan Rieke sudah menjadi target amukan publik. Selain isu tunjangan yang melambung, rakyat juga murka karena aksi joget-joget di gedung DPR belum lama ini.
Sejak Sabtu, 30 Agustus 2025 kemarin, rakyat sudah menyasar ke kediaman para anggota dewan untuk menjarah. Sebut saja Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio yang rumahnya telah habis dijarah warga.
Berita Terkait
-
Jejak Kontroversi Ahmad Sahroni: 4 Blunder Fatal yang Membuatnya Didepak Surya Paloh
-
Apa Tugas Komisi XI DPR RI? Dikritik karena Kunker ke Australia saat Demo Berlangsung
-
Drama Crazy Rich Priok: Usai Ogah Pulang, Ahmad Sahroni Legawa Dinonaktifkan NasDem dari DPR
-
Permintaan Maaf Uya Kuya Tak Redakan Amarah, Massa Geruduk Rumah di Jakarta Timur
-
Rumah Dijarah, Uya Kuya Tetap Sampaikan Maaf: Beri Saya Kesempatan Sekali Lagi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Diperiksa Polisi Terkait Kasus Umrah Hanania, Keanu AGL: Saya Tidak Terima Uang!
-
Pesona Nastasya Shine: Rahasia Tetap Glowing dan Awet Muda di Tengah Kesibukan Mengurus 3 Anak
-
Dikarantina di Lapas, dr Richard Lee Dilarang Dijenguk selama 2 Minggu
-
Elizabeth Tunggadewi Rilis Mini Album Bertema Lingkungan, Angkat Pesan Peduli Alam
-
Video Lawas Giorgio Antonio Pamer Uang Sekoper Isi Rp1 M Viral Lagi, Jumlahnya Diragukan Netizen
-
Yasmin Napper dan Lulu Tobing Bagikan Memori Keluarga yang Paling Berharga
-
Konfliknya dengan Sarwendah Makin Panas, Ruben Onsu Pertimbangkan Gugat Hak Asuh Anak
-
Tyo Nugros Dicekal Saat Mau ke Malaysia, Batal Tampil Bersama Dewa 19
-
Kisah Maling Mobil Masih Punya Hati Nurani: Putar Balik saat Tahu Ada Anak Kecil Terbawa
-
Alex Abbad Resmi Menikah dengan Nadya Naufel