Suara.com - The Equalizer menjadi salah satu film aksi terbaik dari Denzel Washington hingga kini. Dan aksi tersebut bisa dinikmati pada Senin (1/9/2025) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV.
The Equalizer merupakan kolaborasi Denzel Washington dengan sutradara Antoine Fuqua. Sebelumnya, duo ini meraih sukses dalam film Training Day (2001).
The Equalizer bukan sekadar adaptasi serial TV tahun 80-an, melainkan sebuah re-imaginasi brutal yang menempatkan keadilan di tangan seorang pria dengan masa lalu misterius.
Artikel ini akan mengupas tuntas sinopsis dan ulasan film yang berhasil memikat perhatian kritikus dan penonton, serta relevansinya sebagai salah satu film aksi terbaik Denzel Washington.
Sinopsis: Kedamaian yang Terenggut dan Keadilan yang Bangkit
Robert McCall (Denzel Washington) menjalani kehidupan yang tampak biasa dan tenang di Boston.
Ia bekerja di sebuah toko bangunan, memiliki rutinitas yang teratur, dan menghabiskan malam-malamnya di sebuah kedai kopi lokal sambil membaca buku.
McCall adalah sosok yang ramah dan membantu, menawarkan nasihat bijak kepada rekan kerjanya Ralphie (Johnny Skourtis) yang ingin lulus ujian keamanan, dan kepada seorang gadis muda bernama Teri (Chloë Grace Moretz).
Teri yang memiliki nama panggung Alina adalah seorang pekerja seks komersial yang ia temui di kedai kopi.
Baca Juga: Karakter Buatannya Dipakai, Junaid Miran Siap Gugat Pembuat Film Merah Putih: One For All
Hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan platonis, di mana McCall menjadi pendengar setia dan sosok ayah bagi Teri.
Namun, ketenangan McCall hancur ketika Teri menjadi korban pemukulan brutal oleh muncikarinya yang kejam, bagian dari mafia Rusia.
Melihat ketidakadilan dan penderitaan yang menimpa Teri, tekad McCall untuk menjauh dari masalah hancur.
Sesuatu dalam diri McCall bangkit; ia memutuskan untuk menggunakan keahliannya yang tersembunyi, kemampuan tempur yang mematikan dari masa lalunya sebagai mantan agen rahasia, untuk menegakkan keadilan.
Awalnya, ia mencoba menawarkan uang untuk membebaskan Teri, tetapi ketika mafia menolak, McCall mengambil tindakan ekstrem. Ia melenyapkan muncikari dan anak buahnya dengan efisien dan brutal.
Tindakannya ini menarik perhatian Teddy (Marton Csokas), seorang "tukang beres-beres" alias "fixer" dari mafia Rusia yang kejam.
Teddy dikirim untuk melacak dan mengeliminasi siapa pun yang berani melawan organisasinya.
Pertarungan antara McCall dan sindikat kejahatan Rusia pun tak terhindarkan, mengungkapkan masa lalu McCall yang kelam namun juga menjadi bukti bahwa, bahkan di tengah genre yang ramai, selalu ada ruang untuk film yang menonjol yang didorong oleh penampilan kuat dan aksi penuh adrenalin.
Sepanjang film, McCall juga membantu orang-orang lain yang tertindas, menunjukkan bahwa ia adalah orang asing yang baik hati yang membantu mereka yang tidak bisa menolong diri mereka sendiri.
Performa Denzel Washington sebagai Robert McCall dipuji secara luas. Ia dengan mudah bertransisi dari pensiunan yang lembut menjadi kekuatan keadilan yang tak kenal lelah.
Karakter McCall adalah sosok yang teliti, metodis, dan mematikan, tetapi juga memiliki kompas moral yang kuat.
Ia bukanlah pahlawan super, melainkan seorang pria biasa dengan kehidupan yang sangat spesifik dan teratur.
Denzel berhasil menampilkan gejolak batin karakter dan tekad yang tak tergoyahkan diperankan dengan kedalaman dan keyakinan, menarik penonton ke dalam pencarian penebusan dan pembalasannya.
Chloe Grace Moretz sebagai Teri/Alina, meskipun memiliki peran yang tidak terlalu besar sepanjang film, menambahkan kedalaman emosional pada narasi, berfungsi sebagai katalisator bagi McCall untuk kembali beraksi dan simbol korban tak berdosa yang terjebak dalam baku tembak aktivitas kriminal.
Dinamika antara Washington dan Moretz memberikan jangkar emosional yang kuat di tengah kekacauan dan kekerasan.
Fuqua dengan ahli menciptakan adegan aksi yang intens yang membuat penonton tegang.
Film ini terkenal dengan kekerasan yang eksplisit dan gaya, di mana McCall menggunakan benda-benda di sekitarnya, bahkan dari toko bangunan tempat ia bekerja, sebagai senjata mematikan.
Namun, beberapa kritikus merasa bahwa kecepatan adalah masalah dan sebanyak gerakan lambat, itu terlalu sering digunakan.
Ada juga kritik bahwa film ini terkadang terlalu lama dan tanpa ketegangan sama sekali.
Meskipun demikian, secara keseluruhan, The Equalizer adalah pengalaman sinematik yang mendebarkan dan memuaskan yang memberikan pukulan dari awal hingga akhir.
Film ini berhasil menyajikan kisah balas dendam yang menggigit dengan gaya khas Denzel Washington.
Film ini menghormati semangat serial aslinya sambil mengukir identitasnya sendiri.
Berita Terkait
-
Karakter Buatannya Dipakai, Junaid Miran Siap Gugat Pembuat Film Merah Putih: One For All
-
Pernah Rawat Orang Tua dan Adik, Meriam Bellina Akui Jadi Caregiver Bukan Hal Mudah
-
Momen Pertama Rendy Kjaernett Kerja Bareng Tio Pakusadewo: Ditusuk Jarum Hingga Ditampar
-
Jakarta World Cinema 2025 Hadir September, Tampilkan 185 Film dari 66 Negara
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video September 2025, Confidence Queen Paling Ditunggu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Viral Momen Haru Insanul Fahmi Ketemu Anak, Wardatina Mawa Wanti-Wanti: Tolong Jangan Digoreng!
-
Review 28 Years Later: The Bone Temple, Lebih Brutal Namun Manusiawi
-
Bentuk Telinga Roby Tremonti Dianalisis Pakai Ilmu Kuno Tiongkok, Apa Hasilnya?
-
Sinopsis The Dealer, Jung So Min dan Lee Soo Hyuk Guncang Dunia Kasino di Drakor Terbaru Netflix
-
6 Drama Member NCT, Terbaru Jisung Bintangi Crash 2
-
Viral Isu Kak Seto Curi Hak Cipta, Siapa Kreator Asli Si Komo?
-
Baru Rilis di Netflix, 5 Fakta Menarik Can This Love Be Translated?
-
Fakta Album Baru BTS ARIRANG, Begini Cara ARMY Indonesia Membelinya
-
Lelah Tunggu Anak Sule, Teddy Pardiyana Akhirnya Gugat Penetapan Ahli Waris Lina Jubaedah
-
Kejang-Kejang, Farida Nurhan Dilarikan ke Rumah Sakit