Entertainment / Gosip
Rabu, 04 Maret 2026 | 12:06 WIB
SPBU Pertamina. (Foto: Ist)
Baca 10 detik
  • Dua kapal tanker Pertamina International Shipping (PIS) terjebak di Teluk Arab dampak konflik Timur Tengah sedang memanas.
  • Kedua kapal, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih beroperasi di zona berbahaya tersebut di bawah manajemen internasional.
  • Menteri ESDM menyatakan cadangan BBM nasional cukup untuk 20 hari karena tingginya ketergantungan impor minyak.

Suara.com - Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia energi kita yang terimbas panasnya konflik di Timur Tengah. 

Dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) dikabarkan terjebak di tengah berkecamuknya perang.

Insiden ini terjadi di area Teluk Arab saat militer Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke wilayah Iran. 

Situasi tersebut membuat mobilitas kapal pengangkut minyak Indonesia menjadi terhambat.

Pihak Pertamina melaporkan, kapal yang terjebak tersebut adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro. Hingga saat ini, kedua kapal tanker raksasa itu masih berada dalam zona teluk yang sangat rawan.

Meskipun dalam kondisi sulit, kedua kapal tersebut dikabarkan tetap berada di bawah pengelolaan manajemen kapal internasional. 

Namun, kondisi ini memicu kekhawatiran besar terkait pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan soal cadangan minyak nasional.

"Cadangan BBM Nasional Masih Cukup untuk 20 Hari," ujar Bahlil dalam pernyataan resminya baru-baru ini.

Baca Juga: Sempat Tertahan di Makkah Imbas Perang Iran vs AS - Israel, Meisya Siregar Bagikan Kondisi Terkini

Data menunjukkan bahwa Indonesia sangat bergantung pada impor minyak yang mencapai angka 1 juta barel per hari. 

Jika perang berlangsung lebih dari tiga Minggu, Indonesia terancam mengalami krisis BBM.

Kabar ini pun kemudian viral di media sosial dan memancing reaksi dari warganet salah satunya di akun @/awreceh.id.

"Abis 20 hari kita cfd, terbang atau ngesot," tulis @rach*****.

Tak hanya itu, akun lain bernama millimeraus juga menyoroti nasib masyarakat setelah masa aman 20 hari itu berakhir. 

"Hari ke-21," tulis akun tersebut dengan singkat seolah kehilangan kata-kata.

Load More