"Dan apakah ini punya benefit yang luar biasa? Seribu persen memiliki benefit yang cukup untuk mencari keadilan nyata di depan masyarakat," katanya.
Namun Ahmad Sahroni tak mau apabila yang dilakukan lalu dibagikannya melalui media sosial dianggap sebagai pencitraan.
"Jangan dibilang menggeneralisasi DPR itu nggak ada kerjanya. Salah," ujar Ahmad Sahroni.
Apabila sebelumnya mengarahkan para demonstran menggunakan media sosial, Ahmad Sahroni berbicara soal tak semua anggota dewan menunjukkan kerjanya.
"Tidak semua selalu melulu melalui media sosial. Ada yang di bawah meja dengan menyampaikan aduan yang akhirnya harus melalui prosesnya," ungkap Ahmad Sahroni.
Para anggota dewan termasuk Ahmad Sahroni akan memilah yang harus dibagikan melalui media sosial sehingga menjadi perhatian instansi terkait.
Ada pula yang diselesaikan Ahmad Sahroni dan para anngota dewan 'di bawah meja'.
"Jadi jangan semua dianggap sesuatu yang selalu mulu harus dibongkar ke publik. Tidak selalu mulu," pintanya.
Baca Juga: PB Parfi Gaungkan Seruan Jaga Situasi Kondusif, Tekankan Peran Penting Artis untuk Perdamaian
Lebih lanjut, Ahmad Sahroni setuju dengan pernyataan 'no viral no justice' yang berkaitan dengan penanganan sebuah kasus oleh aparat kepolisian.
Ahmad Sahroni berharap masyarakat terus memviralkan kasus-kasus agar segera ditindaklanjuti pihak berwajib.
"Jangan pernah berhenti untuk mengawasi polisi dari media sosial. Harus dilakukan. Jangan pernah berhenti," kata Ahmad Sahroni.
"Karena polisi adalah kerjanya masyarakat, masyarakat butuh keadilan kepada kepolisian. Maka itu, masyarakat harus awasi polisi dengan segala cara. Jangan sampai terlewatkan," tegasnya.
Kendati begitu, berkaitan dengan kepolisian, Ahmad Sahroni memilih untuk bekerja 'di bawah meja'.
Seperti ketika kasus anak polisi tabrak satu keluarga di Cijantung, Jakarta Timur, Ahmad Sahroni tak setuju apabila pelaku tidak ditahan.
Berita Terkait
-
Outfit Kerja Ahmad Sahroni Sehari-hari Capai Rp16 Miliar? Bukan cuma Baju, Mobil Gonta-ganti
-
Dari Mana Kekayaan Ahmad Sahroni hingga Capai Rp328 Miliar? Akui sebagai Mafia BBM
-
Prabowo Jenguk Korban Demo Ricuh di RS Polri, Janjikan Motor Baru dan Carikan Pacar
-
Demonstrasi Berujung Ricuh Merajalela, Istana Ingatkan Ketertiban Umum Harus Ditegakkan
-
Susanti Nangis, Upin Ipin Doakan Indonesia Segera Pulih
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Dituduh Operasi Wajah, Rossa Laporkan 78 Akun Medsos ke Bareskrim: Ada yang sampai Nangis Ketakutan
-
Diserempet dan Digertak Warga Lokal di Bandung, Ricky Five Minutes Beri Jawaban Menohok
-
Guru Besar Diduga Minta Foto Bikini Mahasiswi, Rektor Unpad Buka Suara
-
Viral Kisah Pria Kena Kanker Hati Stadium 4, Gejala Awal Dikira Masuk Angin
-
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Ajak Penonton Hargai Momen Bersama Ibu sebelum Terlambat
-
3 Polisi Pemerkosa Cuma Dihukum Etik, Ibu Korban Minta Keadilan: Pak Kapolri Pakai Hati Nurani
-
Sinopsis The Facade of Love, Drakor Baru di Netflix Sajikan Kisah Perselingkuhan Panas
-
Dilema Yulia Baltschun usai Diselingkuhi Suami, Antara Ingin Pergi dan Bertahan
-
Series 12 IPA 4 Resmi Diproduksi WeTV, Bagaimana Junior Roberts Ubah Penampilan Jadi Anak SMA?
-
Sekuel World War Z Resmi Digarap Lagi, Teror Zombie Kembali Mengintai Dunia