Bukan bermaksud membela, terlepas dari ucapan dan gestur yang perlu diperbaiki, Rieke menjadi saksi kalau Eko Patrio adalah orang yang tulus.
"Mas Eko tentu saja interaksi kami sering karena saya anggota, Mas Eko wakil ketua sekarang dan lama kita di Komisi 6. Mas Eko itu tulus orangnya, memang konyol ya," kata Rieke.
"Bukan untuk pembelaan, tentu gestur harus diperbaiki, cara komunikasi diperbaiki," imbuh politikus 51 tahun ini.
Rieke Diah Pitaloka bercerita bagaimana Eko Patrio membantunya saat memperjuangkan hak ganti rugi tanah milik Mat Solar alias Bang Juri.
Beberapa kasus yang ditangani oleh Eko Patrio juga diungkap oleh pemain film Berbagi Suami ini.
"Aku pengin cerita kasusnya Bang Juri itu aku di-support banget sama Mas Eko. Pelunasan tanah dan beberapa kasus ya, membongkar mafia pangan, membongkar mafia timah," tutur Rieke.
"Sebagai pimpinan termasuk yang memberi ruang kepada kami untuk akhirnya kasus-kasus besar itu termasuk Pertamina. Mas Eko tidak pernah membatasi kami bicara dalam persidangan segala macam, dia memberikan ruang begitu," katanya.
Aktris yang baru-baru ini membintangi film berjudul Agen +62 tersebut bilang semua memang ada plus minusnya, tapi jangan lantas dipukul rata.
Baca Juga: Takut Dijerat, Penjarah Rumah Uya Kuya Kembalikan Kasurnya
"Jadi ada plus dan minusnya. Saya kira tidak bisa kemudian kita pukul rata begitu. Sementara ada kasus-kasus korupsi besar lainnya yang orangnya juga, saya enggak nyuruh orang menjarah rumah dia juga misalnya," tuturnya.
Sebagai anggota dewan, tak lupa Rieke Diah Pitaloka berterima kasih atas semua masukan dan kritik yang tercantum dalam 17+8 Tuntutan Rakyat.
Dia juga berduka cita sedalam-dalamnya atas semua korban yang meninggal dalam aksi demonstrasi.
Terakhir, Rieke Diah Pitaloka terdengar mengutip dan menambahkan pidato Presiden Xi Jinping terkait definisi bangsa yang besar.
"Presiden Xi Jinping dalam pidatonya kemarin mengatakan bahwa bangsa yang besar itu adalah bangsa yang tidak bisa diintimidasi oleh orang lain, oleh pihak luar," ujar Rieke Diah Pitaloka mengutip.
"Dan saya juga ingin menambahkan pidatonya Xi Jinping ini, bangsa yang besar tidak bisa diintimidasi oleh pihak luar, tapi juga bangsa yang tidak mengintimidasi rakyatnya sendiri," tuturnya yang langsung diamini oleh Denny Sumargo.
Berita Terkait
-
Takut Dijerat, Penjarah Rumah Uya Kuya Kembalikan Kasurnya
-
Beda dengan Kris Dayanti, Eko Patrio Pernah Sebut Gaji Jadi DPR Kecil dan Kadang Minus: Kok Betah?
-
Hengky Kurniawan Anggap Wajar Masyarakat Marah Akibat Ucapan Anggota DPR
-
Anisa Bahar Harap Kasus Eko Patrio dan Nafa Urbach Tak Rusak Citra Artis di Panggung Politik
-
Jumlah Tersangka Penjarahan Rumah Uya Kuya Bertambah Jadi 10 Orang
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Tampil Totalitas di Para Perasuk, Maudy Ayunda Tak Gentar Ekspresi Kesurupannya Jadi Meme
-
Fajar Sadboy Dilabrak Vincent Verhaag Gara-Gara Chat 'I Miss You' ke Jessica Iskandar
-
Terpikat Karya Wregas Bhanuteja, Anggun C. Sasmi Akhirnya Debut di Layar Lebar
-
Maia Estianty Ternyata Sudah 16 Tahun Pelihara Anjing, Bagaimana Hukumnya di Islam?
-
Deddy Corbuzier Ancam Peramal yang Bicarakan Kematian Vidi Aldiano: Saya Kejar Sampai Liang Kubur!
-
Uniknya Konsep 'Pesta Kerasukan' di Film Para Perasuk
-
Rekomendasi Drama Korea Bergenre Hukum yang Wajib Ditonton, Terbaru Phantom Lawyer
-
Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace
-
Sinopsis The Matrix Resurrections, Tayang Dini Hari Nanti Menemani Sahur Anda di Trans TV
-
Pandji Pragiwaksono Rilis Buku Mens Rea April Mendatang, Bedah Data di Balik Materi Komedi