- Sidang Nikita Mirzani menghadirkan ahli dari PPATK
- Ahli dari PPATK berikan pendapatnya terkait dugaan TPPU yang dilakukan Nikita Mirzani
- Nikita Mirzani marahi ahli dari PPATK di persidangan
Suara.com - Tensi kembali memanas dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Reza Gladys, dengan Nikita Mirzani selaku terdakwa.
Nikita lagi-lagi dibuat meradang oleh keterangan ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 11 September 2025.
Kali ini, giliran ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Novian, yang menjadi sasaran kekesalan Nikita.
Momen terjadi saat perempuan 39 tahun mendapat kesempatan untuk bertanya dan menguji pendapat ahli terkait keilmuannya.
Awalnya, Nikita Mirzani mempertanyakan dasar analisis yang digunakan oleh Muhammad Novian untuk menyimpulkan adanya unsur TPPU dalam perkara yang menjeratnya.
Ia mencecar sang ahli apakah dirinya diperlihatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) secara utuh atau hanya penggalan-penggalan peristiwa saja oleh penyidik.
Menjawab hal itu, Muhammad Novian mengaku bahwa ia hanya diberikan pemaparan berupa kronologi singkat dari kasus tersebut.
"Kami disampaikan namanya kronologis ya," ujar Muhammad Novian di ruang sidang.
Mendengar jawaban itu, Nikita lantas menyimpulkan bahwa sang ahli tidak mengetahui duduk perkara secara menyeluruh, termasuk keyakinannya soal tidak ada unsur menyembunyikan atau menyamarkan harta kekayaan seperti yang dituduhkan.
Baca Juga: Sebut Penjara Bawa Mukjizat, Vadel Badjideh Klaim Hatinya Berubah Jelang Vonis
Puncak kekesalan Nikita Mirzani terjadi saat Muhammad Novian mengaku lupa detail fakta saat ditanya lebih lanjut, sebuah jawaban yang menurut Nikita sering ia dengar dari para ahli yang dihadirkan JPU sebelumnya.
"Semua saksi ahli yang di sini rata-rata lupa!" seru Nikita Mirzani dengan nada kesal.
Dengan lantang, ibu tiga anak itu lantas menegur sang ahli, dengan mempertanyakan keseriusannya dalam membaca berkas perkara sebelum memberikan keterangan di persidangan.
"Saksi ahli baca BAP-nya nggak sih?" tanya Nikita dengan nada tinggi.
Pertanyaan menohok itu sempat membuat Muhammad Novian terdiam dan tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, hingga majelis hakim harus turun menengahi sebelum melanjutkan persidangan.
Berita Terkait
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway
-
PPATK Catat Perputaran Dana Judi Online Turun untuk Pertama Kalinya sejak 2017
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa