Suara.com - Sebuah gelang emas kuno milik Firaun bernilai tinggi dicuri dari Museum Mesir di Kairo.
Melansir Arab News, pada Jumat (19/9/2025) Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan bahwa pada tanggal 9 September 2025, gelang tersebut dicuri dari brankas di dalam laboratorium restorasi museum.
Gelang berusia 3.000 tahun itu merupakan sebuah pita emas berhiaskan manik-manik lapis lazuli, berasal dari masa pemerintahan Amenemope, seorang Firaun dari Dinasti ke-21 Mesir (1070-945 SM).
Artefak tak ternilai harganya itu telah disimpan dengan aman ketika menghilang, beberapa Minggu sebelum seharusnya dipamerkan di Italia.
Namun tak membutuhkan waktu lama setelah pengumuman kehilangan, Polisi Mesir mengatakan pada hari Kamis (18/9/2025) mereka telah menangkap tersangka.
Tersangka merupakan seorang pegawai museum dan tiga orang yang diduga kaki tangannya.
Investigasi menunjukkan bahwa seorang spesialis restorasi yang bekerja di museum mencuri gelang tersebut pada tanggal 9 September saat bertugas.
Setelah berhasil mencuri barang bernilai tinggi itu, pelaku menjualnya ke salah satu penadah yang merupakan pedagang perak di Kairo Pusat seharga 180.000 pound Mesir ($3.735) atau sekitar Rp62 juta.
Gelang itu kemudian dilebur bersama dengan emas bekas lainnya, kata kementerian Mesir.
Baca Juga: Pernyataan Soal Guru Bikin Publik Geger, Menag Minta Maaf
Pedagang tersebut kemudian kembali menjualnya kepada seorang pekerja di pabrik pengecoran emas seharga 194.000 pound ($4.025) atau sekitar Rp66 juta.
Para tersangka lalu ditahan dan mengakui kejahatannya, menurut pihak berwenang.
Media Mesir sebelumnya melaporkan kehilangan gelang bernilai tinggi saat melakukan pemeriksaan inventaris menjelang pameran "Harta Karun Firaun" yang dijadwalkan di Roma bulan depan.
Berdasarkan hukum Mesir, mencuri barang antik dengan maksud menyelundupkannya dapat dihukum penjara seumur hidup dan denda 1 hingga 5 juta pound Mesir (sekitar $20.000-$100.000).
Selain itu, jika kedapatan merusak atau menodai barang antik dapat dikenakan hukuman penjara hingga tujuh tahun dan denda hingga 1 juta pound.
Jean Guillaume Olette-Pelletier, seorang Egyptologist, mengatakan kepada AFP bahwa gelang tersebut ditemukan di Tanis, di delta Sungai Nil bagian timur, selama penggalian arkeologi di makam Raja Psusennes I, tempat Amenemope dimakamkan kembali setelah penjarahan makam aslinya.
Berita Terkait
-
Bahaya Senjata Nuklir Mengintai Timur Tengah, Mesir Serukan Tindakan
-
Eks PM Mesir Turut Hadiri Kemitraan Real Estat dan Kredit Karbon dengan Edena Group
-
Tragedi Majelis Taklim Ambruk di Bogor, 3 Fakta Pilu yang Mencengangkan
-
Kagumi Arsitektur Bersejarah, Ivan Gunawan Bagikan Momen Ziarah ke Makam Imam Syafi'i
-
Fakta Mengerikan Kebakaran Maut di Gunung Putri: Ternyata Ulah Cucu yang Sakit Hati Sering Dimarahi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap