- Jumlah Korban Jiwa Bertambah.
- Banyak Korban yang Terluka dan Masih Dirawat.
- Penyebab Utama Diduga karena Kelebihan Beban.
Suara.com - Tragedi ambruknya gedung Majelis Taklim Asobiyah di Ciomas, Kabupaten Bogor, menyisakan duka yang mendalam. Kabar terbaru menambah pilu saat salah satu korban kritis, seorang balita, dinyatakan meninggal dunia.
Berikut adalah 3 fakta penting dan memilukan dari peristiwa nahas yang merenggut nyawa dan melukai ratusan jemaah ini.
1. Balita 2,5 Tahun Meninggal Setelah Berjuang Melawan Pendarahan Otak
Fakta paling menyayat hati adalah kabar meninggalnya seorang balita perempuan berusia 2,5 tahun pada Kamis (11/9) sore.
Ia menjadi korban jiwa kelima dari tragedi ini. Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Menurutnya, korban mengalami pendarahan luas di bagian kepala. Meskipun tim medis telah berupaya maksimal dengan melakukan operasi dan perawatan intensif selama dua hari di ruang ICU, nyawanya tidak tertolong.
"Sudah dioperasi, dua hari di ICU, tapi kondisinya memang jelek dari awal," ujar Ilham. Ia menambahkan, "Kita sudah berusaha maksimal, ternyata akhirnya meninggal karena pendarahan di kepala."
2. Total Korban Jiwa Jadi 5 Orang, Ratusan Lainnya Masih Dirawat
Meninggalnya sang balita menambah panjang daftar korban jiwa. Kini, total korban yang meninggal dunia akibat insiden ini menjadi 5 orang.
Baca Juga: Kabar Duka: Balita Korban Majelis Taklim Ambruk di Bogor Meninggal, Total Korban Jiwa Jadi 5 Orang
Empat korban lainnya yang telah diidentifikasi adalah Irni Susanti, Ulan, Nurhayati, dan Yuli.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kabupaten Bogor, skala tragedi ini sangat besar, dengan total 158 jiwa terdampak. Rinciannya adalah:
- 5 orang meninggal dunia
- 59 orang masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit
- 40 orang dirawat di rumah masing-masing
- 55 orang telah diizinkan pulang
3. Dugaan Penyebab: Konstruksi Tak Kuat Menahan Beban Ratusan Jemaah
Insiden tragis ini terjadi saat ratusan jemaah, yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak, sedang khusyuk mengikuti acara peringatan Maulid Nabi di lantai dua gedung.
BPBD Kabupaten Bogor mengeluarkan dugaan awal bahwa penyebab utama ambruknya bangunan adalah karena struktur konstruksi yang tidak cukup kokoh.
Beban dari ratusan orang yang berkumpul di satu lantai diduga melebihi kapasitas yang mampu ditanggung oleh bangunan tersebut.
Tim gabungan kini telah menyelesaikan evakuasi dan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini.
Tag
Berita Terkait
-
Kabar Duka: Balita Korban Majelis Taklim Ambruk di Bogor Meninggal, Total Korban Jiwa Jadi 5 Orang
-
Padel: Olahraga Viral yang Lebih Seru dari Tenis? Ini Alasan Gen Z Langsung Ketagihan!
-
Detik-detik Pria Berjilbab Rampok Mobil Pajero Sport di Bandara
-
Fakta Mengerikan Kebakaran Maut di Gunung Putri: Ternyata Ulah Cucu yang Sakit Hati Sering Dimarahi
-
3 Fakta Mengejutkan di Balik Surat Sakti Bupati Bogor untuk ASN Hedon
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!