-
Ayu Chairun Nurisa diperiksa terkait laporannya terhadap Ashanty.
-
Ayu mengaku menyerahkan ponsel di bawah tekanan dan ancaman.
-
Ayu menerima ancaman verbal dari karyawan Ashanty.
Suara.com - Mantan karyawan Ashanty yang dituding melakukan penggelapan hingga Rp2 miliar, Ayu Chairun Nurisa, terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan mengejutkan.
Hari ini, Selasa (7/10/2025) Ayu mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani agenda klarifikasi atas laporannya.
Didampingi kuasa hukumnya, Stifan Heriyanto, Ayu diperiksa selama kurang lebih dua jam oleh penyidik, dengan dicecar sekitar 21 pertanyaan seputar dugaan perampasan aset yang dilaporkannya.
"Seputar tindakan perampasan yang terjadi dan dialami oleh klien kami," kata Stifan.
Pada kesempatan tersebut, pihak Ayu juga menyerahkan sejumlah bukti tambahan terkait penyitaan ponsel dan laptop milik kliennya.
Stifan dengan tegas membantah klaim pihak Ashanty yang menyatakan memiliki bukti berita acara serah terima barang-barang tersebut.
"Katanya ada berita acara, ada serah terima, ya. Jauh berbeda. Di sini terkait apa yang tadi kami buktikan, itu tidak ada serah terimanya," ujar Stifan.
Ayu sendiri tidak menampik bahwa dirinya memang menandatangani sebuah surat, namun ia memastikan hal itu dilakukan di bawah paksaan.
"Kalau inisiatif sendiri, enggak mungkin, ya. Coba, masnya kalau punya handphone dikasih ke orang, boleh enggak? Nomor teleponnya juga nempel di situ, data-datanya di situ. Begitu. Kalau sukarela, enggak ya. Terpaksa, iya, terpaksa dan tekanan, iya, pasti," kata Ayu.
Baca Juga: Eks Karyawan Ashanty Bantah Bekerja di PT Hijau Dipta Nusantara
Lebih lanjut, Ayu membeberkan adanya ancaman verbal yang ia terima dari salah satu karyawan Ashanty saat kejadian tersebut.
"Di situ banyak orang, terus ada ancaman juga. Dia mengatakan bahwa, 'Untung nih lo cewek' gitu, ngomong ke aku begitu. 'Untung lo cewek. Coba kalau lo cowok, di sini udah gue gebukin'," imbuhnya.
Perseteruan ini sendiri bermula ketika pihak Ashanty melaporkan Ayu atas dugaan penggelapan dana perusahaan yang disebut mencapai Rp2 miliar.
Merasa tidak terima, Ayu kemudian melaporkan balik Ashanty atas dugaan perampasan aset dan akses ilegal.
Ayu mengaku sejumlah asetnya seperti ponsel, laptop, dan kartu ATM diserahkan ke pihak Ashanty di bawah tekanan.
Berita Terkait
-
Eks Karyawan Ashanty Bantah Bekerja di PT Hijau Dipta Nusantara
-
Dituding Rampas Aset Eks Karyawan Ashanty, Perusahaan Anang Hermansyah Terancam Rugi Rp1 Miliar
-
Perusahaan Anang Hermansyah Polisikan Eks Karyawan Ashanty karena Tudingan Rugikan Nama Baik HDN
-
Eks Karyawan Mau Damai, Siap Cabut Laporan Asal Ashanty Lakukan Hal Ini
-
Merasa Dikepung, Eks Karyawan Ashanty Bongkar Detik-detik HP dan PIN M-Bankingnya Diminta Paksa
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV