-
Sebuah video viral memperlihatkan mobil Toyota Avanza mengisi Pertalite hingga Rp 800 ribu, memicu keheranan publik karena melebihi kapasitas tangki normal.
-
Warganet mempertanyakan efektivitas sistem MyPertamina yang seharusnya membatasi pembelian BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi.
-
Dugaan muncul bahwa mobil tersebut memakai tangki modifikasi, memicu diskusi soal lemahnya pengawasan dan penyalahgunaan subsidi energi.
Suara.com - Sebuah pemandangan ganjil di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru-baru ini menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di jagat maya.
Berawal dari keheranan seorang pengendara, sebuah video singkat berhasil merekam momen yang sulit diterima logika.
Sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam sedang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan total transaksi mencapai Rp 800 ribu.
Dalam video yang beredar luas, sang perekam terdengar tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
Ia sengaja menyorot angka yang terus bergerak naik pada layar mesin pompa bensin, seolah tak percaya dengan apa yang disaksikannya.
Bagaimana mungkin sebuah mobil keluarga standar seperti Avanza bisa menampung bahan bakar sebanyak itu dalam sekali pengisian?
Keheranan sang perekam video dengan cepat menular kepada ribuan warganet yang menontonnya. Pertanyaan utama yang langsung membanjiri kolom komentar adalah soal kapasitas tangki.
Secara umum, kapasitas tangki standar Toyota Avanza hanya berkisar 43 liter. Jika harga Pertalite dipatok Rp 10.000 per liter, maka pengisian penuh seharusnya hanya memakan biaya sekitar Rp430 ribu. Angka Rp 800 ribu jelas menunjukkan adanya anomali.
"Ini Avanza tangkinya pakai tangki tronton kali ya?" tulis seorang warganet dengan nada satire.
Baca Juga: Bolehkah Toyota Avanza Minum Bensin Campur Etanol 10 Persen? Begini Menurut Buku Manual
Fenomena ini tidak hanya memicu spekulasi teknis, tetapi juga menyorot efektivitas kebijakan pembatasan BBM bersubsidi.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menerapkan sistem pembelian Pertalite menggunakan barcode MyPertamina untuk mengendalikan distribusi.
Aturan ini umumnya membatasi pembelian harian untuk mobil pribadi, dengan nominal bervariasi antara Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu di berbagai daerah.
"Perasaan Pertalite kalau pakai barcode mentok di Rp 408 ribu, kok ini bisa lolos?" tanya warganet lain, mempertanyakan fungsi sistem digital yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan.
Spekulasi liar pun bermunculan. Dugaan paling kuat mengarah pada kemungkinan adanya tangki modifikasi atau tangki kempu di dalam mobil tersebut.
Sebuah praktik ilegal yang biasa dilakukan oleh para pengetap untuk menimbun BBM bersubsidi dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.
Berita Terkait
-
Bolehkah Toyota Avanza Minum Bensin Campur Etanol 10 Persen? Begini Menurut Buku Manual
-
ASN Jangan Dicontoh! Sederet Aksi Flexing Sekretaris Petojo Selatan Febriwaldi Berujung Pencopotan
-
6 Fakta Pernikahan Sheila Arika dan Kakek 74 Tahun di Pacitan, Mahar Rp3 M Ternyata Cek Kosong?
-
Owner Bake n Grind Akui Salah? Janji Klarifikasi Usai Viral Roti Gluten-Free 'Palsu'
-
Apakah Mitsubishi Xpander Aman Pakai BBM Campuran Etanol 10 Persen?
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba
-
Anak-Anak CBI Hidupkan Drama Musikal The Addams Family, Bawa Standar Walt Disney
-
Kim Myungsoo Bikin Jakarta Meleleh di Fancon Solo, Panggil Fans Sayangku hingga Joget Kicau Mania
-
Hey Slank Guncang Bandung, Angkat Spirit Berani Beda dan Dukung Industri Kreatif
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya