-
Baskara Putra sedih karyanya disalahgunakan untuk konten tidak pantas.
-
Ia sedih lagunya dipakai untuk konten kekerasan oleh oknum aparat.
-
Penyalahgunaan itu bertolak belakang dengan pesan kritis di dalam lagunya.
Suara.com - Baskara Putra, musisi yang dikenal dengan nama panggung Hindia dan juga vokalis dari band Feast, mengungkapkan kesedihannya saat karyanya disalahgunakan.
Hal ini ia sampaikan dalam sebuah perbincangan santai bersama Soleh Solihun dan Ari Lesmana di 'Podcast Naik Clas' yang tayang 10 Oktober 2025 kemarin di YouTube.
Lelaki yang akrab disapa Bas ini mengaku senang ketika lagunya digunakan oleh banyak orang di media sosial. Baginya, itu adalah bentuk apresiasi terhadap karyanya.
“Aku seneng, tapi kalau orang menggunakan lagu aku di media sosial gitu. Itu walaupun gimana pun bentuknya, itu bentuk apresiasi kan,” ujar Baskara.
Namun, ia merasa sedih ketika lagunya yang sarat makna justru digunakan untuk konten yang tidak pantas, seperti kekerasan. “Kecuali kalau kontennya menyebalkan,” tambah Baskara.
Salah satu contohnya adalah ketika lagunya digunakan sebagai latar belakang video yang menampilkan aksi kekerasan oleh oknum aparat.
“Misalnya menggunakan lagu Feast, tapi dia sebagai sebuah instrumen aparatur negara, di story-nya itu habis mukulin orang. Itu ada, dan sering,” jelas Baskara.
Ia merasa bahwa hal tersebut sangat bertolak belakang dengan konteks dan pesan yang ingin ia sampaikan melalui lagunya.
“Ini 180 derajat kebalikannya loh sama konteks lagunya loh, kayak kamu nge-post kayak gini,” sesal Baskara.
Baca Juga: .Feast dan Hindia Mundur dari Pestapora 2025 karena Freeport: Kami Patah Hati dan Marah
Perasaan sedih dan marah pun bercampur aduk saat melihat karyanya disalahgunakan seperti itu.
“Sedih, ngelihatnya sedih. Maksudnya, udah, campur aduk. Sedih, marah, kesel,” ungkap Baskara.
Lagu-lagu Feast memang dikenal dengan lirik-liriknya yang kritis dan seringkali menyuarakan isu-isu sosial politik.
Karena itu, Baskara merasa sangat disayangkan jika lagu-lagunya justru digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang ia usung.
Berita Terkait
-
Dituding Penyembah Setan karena Aksi Panggungnya, Baskara Putra: Itu Cuma Konsep Horor
-
Ketika Gandrung Menari di Irama Tarian Penghancur Raya oleh .Feast
-
Aksi Hindia di Synchronize Fest 2025, Bendera Palestina Berkibar di Layar Besar
-
Feast Guncang CRSL Land Festival 2025, Ajak Doa untuk Palestina
-
Dari Sing-Along hingga Moshing: Euforia CRSL Land Festival Day 1
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DWP Buka Suara soal Promosi Whip Pink: Nama Acara Kami Dicatut
-
Namanya Terseret di Sidang Kasus Korupsi, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Jadi Pengacara
-
Momen Ibu Denise Chariesta Disiplinkan Jaden Viral, Warganet Singgung No No Baby
-
Sinopsis Teach You a Lesson, 'Pawang' Siswa Nakal Turun Gunung, Baru Mendarat di Netflix
-
Hati Betrand Peto Hancur, Pasang Badan Bela Ruben Onsu usai Dihina Sarwendah: Ayah Bukan Bencong!
-
Denny Sumargo Kaget Lihat Perkembangan Anak, Bisa Diajak Komunikasi Dua Arah Meski Belum Dua Tahun
-
Sinopsis Esok Tanpa Ibu: Ketika Sosok Ibu Digantikan AI, Lagi Merajai Netflix
-
Sinopsis The Irishman: Kisah Nyata Pembunuh Bayaran Mafia Legendaris, Masih Tayang di Netflix
-
Dari Wattpad ke WeTV: Kisah Samuel yang Dinanti 21 Juta Pembaca Akhirnya Tayang
-
Netizen Geram, Pria Viral 'Joget Cuan' Rp6 Juta/Hari Terlihat Lagi di Agenda Program MBG