-
Pesulap Merah tantang pembuktian santet dengan hadiah rumah dan uang.
-
Ia ingin menghentikan pembodohan dan menakuti masyarakat dengan isu santet.
-
Ia mengingatkan bahaya fitnah santet, merujuk pada tragedi Banyuwangi 1998.
Suara.com - Marcel Radhival yang lebih dikenal sebagai Pesulap Merah, memberikan tanggapan keras terhadap video seorang alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang mengancam akan mengirim santet ke stasiun televisi Trans7 jika praktik tersebut dihalalkan.
Pesulap Merah tidak hanya meremehkan ancaman tersebut, tetapi juga melontarkan tantangan terbuka dengan hadiah fantastis bagi siapa pun yang bisa membuktikan keberadaan santet kepadanya.
Pesulap Merah mengawali tanggapannya dengan nada skeptis yang menganggap ancaman alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut tidak berkualitas.
"Ancamannya gak ada yang berkualitas apa. Kalau santet halal, sudah disantet," ujarnya Pesulap Merah sambil mengunggah video santri Ponpes Lirboyo ketika mengutarakan anacamannya tersebut di Instagram, pada Sabtu 18 Oktober 225.
Pesulap Merah lantas meningkatkan tantangannya dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai target.
Ia mempersilakan siapa pun untuk mencoba menyantetnya dan bahkan bersedia menanggung dosa dari praktik yang dianggap haram tersebut.
"Jangankan santet halal, kalau santet ada. Santet pesulap merah coba. Kalau santet haram, gue yang nanggung dosanya," tegasnya.
Bahkan, Pesulap Merah menjanjikan hadiah fantastis berupa sebuah rumah yang dibeli secara tunai dan uang bulanan seumur hidup bagi siapa saja yang berhasil mencelakainya melalui santet.
"Coba sok kalau berhasil membuktikan santet ke gue, gue beliin rumah cash bebas tunjuk di mana pun dan uang Rp 25 juta per bulan seumur hidup," tantangnya.
Baca Juga: Plot Twist! Na Daehoon Dulunya Selingkuhan 'Jule' Julia Prastini Sewaktu Pacaran?
Lebih lanjut, Pesulap Merah juga menyindir pihak yang melontarkan ancaman tersebut sebagai orang yang hanya berani berbicara tanpa bukti.
"Jangan banyak bacot, udah kalau emang gak berani ya gak berani aja," ujarnya.
Pesulap Merah menegaskan bahwa responsnya ini bukan untuk ikut campur dalam polemik pemberitaan Trans7 soal pondok pesantren, tetapi tak ingin ada lagi orang-orang yang menakuti masyarakat dengan ilmu santet.
"Di luar topik pro-kontra pemberitaan Trans 7, STOP NAKUT NAKUTIN MASYARAKAT PAKE KEBODOHAN SANTET," tulisnya pada unggahan Instagramnya tersebut.
Sebagai pengingat akan bahaya dari kepercayaan tak berdasar ini, ia mengungkit tragedi kelam di Banyuwangi pada tahun 1998-1999.
"Kaum dungu tuh ga sadar atau gatau si dah perihal fitnah tragedi pembantaian dukun santet 1998-1999 di Banyuwangi," ujar Pesulap Merasa yang mengungkit kejadian masa lalu.
Berita Terkait
-
Siapa Pemilik Shandika Widya Cinema? PH Xpose Uncensored Trans7 yang Senggol Pesantren
-
Buntut Lecehkan Kiai Lirboyo, Kantor Trans7 Disegel GP Ansor dan Dipolisikan
-
Siapa Pemilik Transmart? Ikut Didemo Santri Gara-Gara Trans7 Senggol Kiai
-
Anak Menkeu Purbaya Bongkar Isu Teror Santet di Rumah: Jangan Berpikir dengan Logika Mistik
-
Muncul Dugaan Kasus Trans7 vs Ponpes Lirboyo untuk Tutupi 4 Kasus Besar Ini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL