-
Ashanty melaporkan Ayu atas dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan uang, dan Ayu telah ditetapkan sebagai tersangka.
-
Ayu melaporkan balik Ashanty atas tuduhan pemerasan, namun membuka peluang damai jika Ashanty mencabut laporannya.
-
Pihak Ashanty menolak berdamai dan menegaskan proses hukum akan terus berjalan tanpa kompromi.
Suara.com - Perseteruan Ashanty dan mantan karyawannya, Ayu Chairun Nurisa makin pelik. Satu sama lain saling buat laporan.
Seperti pihak Ashanty yang melaporkan Ayu Chairun Nurisa dengan pemalsuan dokumen dan penggelapan uang perusahaan. Kasus yang ditangani Polres Tangerang Selatan, sudah menetapkan Ayu sebagai tersangka.
Sementara itu Ayu Chairun Nurisa tak mau kalah. Ia melaporkan Ashanty dengan tudingan pemerasan. Meski begitu, ia masih membuka pintu damai ke Ashanty.
Syaratnya, Ashanty yang harus lebih dulu mencabut laporan ke Ayu Chairun Nurisa.
Pihak Ashanty yang diwakili tim pengacaranya, Bhirawa Jayasidayatra, mengatakan maaf pasti sudah diberikan lebih dulu.
"Iya, untuk perdamaian, balik lagi, klien kami pasti akan memaafkan. Karena ini sudah menjadi kewajiban sebagai umat beragama," ujar Bhirawa Jayasidayatra ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Namun, ia melanjutkan, berdasarkan instruksi langsung dari Ashanty dan manajemennya, tidak ada ruang untuk negosiasi di luar jalur hukum.
"Instruksinya, proses hukum wajib tetap berlanjut," tegasnya.
Bhirawa menegaskan, tidak akan ada pencabutan laporan maupun kompromi.
Baca Juga: Jadi Tersangka Penggelapan Rp 2 Miliar, Mantan Karyawan Ashanty Siap Diperiksa
Sebaliknya, jika ada tindakan dari pihak lawan yang memperkeruh suasana, pihak Ashanty tak akan segan melancarkan serangan balik yang lebih kuat.
"Tidak ada pencabutan, tidak ada kompromi. Bahkan kalau ada hal-hal yang membuat kami lebih rugi, yaitu klien-klien kami, kami akan mengambil langkah yang lebih serius," ancamnya.
Tim hukum Ashanty pun menyarankan agar Ayu Chairun Nurisa lebih fokus pada statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan dana perusahaan. Ketimbang memperlebar masalah dengan membuat laporan baru.
"Sehingga, Bu Ayu, saran kami, fokus di kasus yang dia sudah ditetapkan tersangka. Kalau mau melebar, silakan," katanya.
Tak hanya itu, pihak Ashanty juga melayangkan peringatan kepada tim kuasa hukum yang mendampingi Ayu. Mereka diminta untuk lebih bijak dalam memberikan nasihat hukum agar tidak justru merugikan kliennya sendiri di kemudian hari.
"Kepada rekan kami, advokat pendamping dari Bu Ayu, kami menghormati rekan sebagai rekan seprofesi. Kami mohon juga cukup bijak dalam memberikan advice karena profesi kita ini adalah profesi officium nobile," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dituding Rampas Aset Karyawan, Ashanty: Cuma Cek Akun Perusahaan
-
Ashanty Tak Gentar Digugat Rp100 Miliar oleh Eks Karyawan: Cuma Strategi Tutupi Kesalahan
-
Status Tersangka Tak Bikin Ciut, Ayu Bakal Gugat Ashanty Rp100 Miliar
-
Eks Karyawan Absen Pemeriksaan Polisi, Ashanty Dilawan Balik, Siapkan Gugatan Hukum
-
Status Tersangka Tak Bikin Gentar, Terjawab Alasan Eks Karyawan Ashanty Tetap Tegar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan