-
Dua eyeshadow Pinkflash ditarik BPOM karena mengandung zat berbahaya.
-
Banyak konsumen alami mata bengkak hingga harus menjalani insisi medis.
-
Kompensasi Pinkflash dinilai tidak sebanding dengan derita dan biaya berobat.
Suara.com - Produk make up dari brand Pinkflash langsung menjadi sorotan, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali merilis daftar kosmetik berbahaya yang ditemukan di pasaran.
Dalam temuan periode Juli hingga September 2025, dua produk eyeshadow dari merek Pinkflash dinyatakan mengandung bahan terlarang yang berisiko bagi kesehatan.
Kedua produk tersebut adalah Pinkflash Eyeshadow PF-E23 BR04 (Nomor Izin Edar NA11231200150) dan Pinkflash Eyeshadow PF-E23 BR02 (Nomor Izin Edar NA11231200088).
Menurut hasil uji laboratorium BPOM, produk PF-E23 BR04 positif mengandung pewarna K10 yang bersifat karsinogenik dan dapat memicu kanker serta gangguan fungsi hati.
Sementara itu, produk PF-E23 BR02 terbukti mengandung Acid Orange, bahan yang dapat menyebabkan iritasi parah pada mata.
Menyusul temuan ini, BPOM telah mencabut nomor izin edar kedua produk dan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan atau membelinya.
Sementara itu, Pinkflash melalui akun TikTok resminya juga menyampaikan permohonan maaf kepada konsumennya.
"Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada konsumen, mitra retail, distributor dan publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," permintaan maaf Pinkflash di TikToknya 3 hari lalu.
Pinkflash juga berkomitmen akan mengganti kerugian konsumen yang membeli produknya tersebut.
Baca Juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Prihatin Ledakan di SMAN 72: Desak Polisi Ungkap Motif
"Kompensasi akan diberikan sebesar 2 kali dari harga pembelian produk," keterangannya.
Sayangnya, permintaan maaf dan komitmen baik Pinkflash tak diterima baik oleh konsumennya.
Sejumlah netizen langsung membanjiri kolom komentar unggahan Pinkflash untuk mengadukan efek samping yang dialaminya setelah menggunakan produk tersebut.
Sejumlah pengguna mengaku mengalami efek samping serius, mulai dari mata merah, bengkak, hingga harus menjalani tindakan medis insisi (operasi kecil untuk mengeluarkan benjolan).
"Telat! mata gue udah sampai diinsisi di rumah sakit. Mau minta ganti rugi pun percuma, produk udah gue buang. Beli di offline sstore. Mana gak sebanding sama biaya 4 kali ke dokter umum, 1 kali ke spesialis mata. Istighfar kata gue mah," kata @119**.
"Gue udah 2 kali insisi gara-gara lu ye," kata @putri***.
"Telat aku sampai insisi bolak-balik RS kontrol dengan jarak 6 jam dari rumah, belum sebelahnya lagi mau diinsisi," kata @kurnia***.
"Telat! mata gue keburu bengkak malah harun insisi. Kapok pakai produk kayak gini, auto blacklist," kata @tanti***.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Karier Gubernur Riau Dulu Cleaning Service, Izin Pinkflash Ditarik BPOM
-
8 Bahan Berbahaya dalam Kosmetik Temuan BPOM: Dari Merkuri hingga Pewarna Karsinogenik
-
Cara Mudah Cek BPOM Kosmetik Pakai Barcode, Pastikan Produkmu Aman dan Asli!
-
BPOM Larang 2 Produk Pinkflash Mengandung Pewarna K10 dan Acid Orange, Ini Bahayanya untuk Kesehatan
-
Cari Eyeshadow Palette 3 Warna Selain Pinkflash? Ini 7 Pilihan Aman yang Sudah BPOM
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV